Menu

Ombak Mentawai Surgawi Peselancar Dunia

  Dibaca : 96 kali
Ombak Mentawai Surgawi Peselancar Dunia
Aim Zein Ketua Asosiasi Kapal Wisata Selancar Sumatera Barat

PADANG, METRO – Ombak Mentawai memang menjadi surgawi peselancar dunia. Pulau yang lebih dikenal dengan sebutan Sikerai tersebut tidak dipungkiri merupakan sebuah kepulauan di pesisir Sumatera yang sangat mendunia. Mulai dari ombak hingga dasar lautnya memiliki kekayaan dan potensi yang fantastis. Gulungan ombak besar yang beberapa di antaranya masuk dalam kategori extreme, menjadikan Mentawai sebagai salah satu objek wisata selancar yang di gemari di dunia.

Ribuan turis mancanegara datang untuk menikmati indahnya laut Kepulauan Mentawai. Itu pastinya berdampak positif bagi Pemkab Mentawai dan mendatangkan devisa tentunya, Ketua Asosiasi Kapal Wisata Selancar Sumatera Barat (AKSSB) Aim Zein mengatakan, untuk restribusi para peselancar mancanegara dikenakan reatribusi sebanyak Rp1 juta rupiah per orang dan langsung disetor ke rekening Bank Pemkab Kepulauan Mentawai.

“AKSSB menyetorkan uang retribusi Surfing langsung ke rekening Bank Pemkab Mentawai di Bank Nagari atau Bank BNI agar selalu transparan dan terjamin akuntabilitasnya sampai kepada Pemerintah. Jadi perlu diluruskan itu masuk ke kas daerah Kabupaten Mentawai. Ya ini semangat keterbukaan yang selalu kami bangun di AKSSB, “kata Aim Zein diruang kerjanya kemarin, (11/8).

Namun untuk diketahui tidak semua kapal yang beroperasi mengangkut wisman ke Mentawai adalah anggota AKSSB. Ada banyak juga kapal2 yang bukan anggota. Bagaimana cara mereka membayar retribusi, kami tidak mengetahuinya. Yang jelas jika kapal anggota AKSSB, pasti disetor langsung ke rekening Bank Pemkab Mentawai.

Selain Wisman yang berselancar dengan sarana kapal, ada juga wisman-wisman yang menginap di Resort-Resort di Mentawai. Sama seperti yang wisman kapal, wisman resort ini juga wajib membayar iuran retribusi 1 juta/orang/kunjungan kepada Pemerintah.

Pemilik Radio ProNews FM dan Warna FM itu menambahkan, AKSSB berdiri tahun 2008 dengan akta notaris. Dan sejarah berdirinya AKSSB terjadi karena adanya ketidakpuasaan pemilik pemilik kapal. Dulu ada Perda 16 tahun 2002 yang menguntungkan sekelompok pihak dan berbau monopoli. Saat ini Perda 16 yang kontroversial tersebut sudah dicabut.

“ Jadi ada segilintir isu miring yang bilang AKSSB tidak ada izin, itu adalah fitnah dan hoax yeng berusaha mendeskreditkan organisasi kami. Jadi Kami berdiri dengan akte notaris dan tentunya ada izin Kemenkumham. Selain itu AKSSB juga diresmikan dan dilantik oleh Pemerintah Sumatera Barat dan menjadi mitra kerja Pemerintah yang baik selama ini,” tegasnya.

Pria bernama lengkap H Zainul Rahim Zein SH menjelaskan, AKSSB sudah pasti akan mementingkan kepentingan orang Indonesia, kru kapal yang ada di AKSSB didominasi dan wajib dari Indonesia

Dikatakan Aim Zein, apabila ada TKA yang bekerja, mereka bekerja sebagai Pemandu atau Tour Manager. Mereka tidak boleh bekerja sebagai awak kapal. Menjadi Pemandu, tugasnya adalah melayani dan menyangkut kebutuhan apa saja yang dibutuhkan wisman atau peselancar.

TKA yang bekerja sebagai Tour Manager Surfguide ini juga wajib memiliki Izin Kerja yang disponsori perusahaan/ operator kapal.

“Kami di AKSSB selalu mengingatkan kapal-kapal yang tergabung di dalam asosiasi agar selalu taat aturan dan tidak boleh melanggar hukum, karena kami mempunyai visi untuk ikut membangun pariwisata bahari yang baik dan benar dengan sistem yang bersih dan transparan. Jadi TKA yang bekerja di yang tergabung di AKSSB, Insya Allah semua lengkap dokumennya, “ ujarnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional