Menu

Olahraga dalam Ramadhan

  Dibaca : 86 kali
Olahraga dalam Ramadhan
dr Pudia M Indika MKes AIFO-K (Dosen FIK UNP)

Untuk menjaga kebugaran saat bulan puasa hendaknya olahraga yang baik adalah olahraga yang dimulai sejak dini. Sehingga tidak ada kata terlambat dalam memulai latihan sehingga dapat dimulai pada hari pertama puasa.

Olahraga yang baik juga melakukan latihan sesuai dengan minat, kesenangan dan kemampuan partisipan (orang yang mengikuti latihan) dengan kata lain olahraga bersifat rekreasi. Hal ini juga melihat kondisi medis dari partisipan, misal partisipan yang memiliki berat badan lebih hingga obesitas sebaiknya menghindari jogging dalam waktu yang lama karena dapat berdampak buruk pada sendi penyangga di daerah lutut, dan tulang belakang.

Olahraga yang baik adalah olahraga yang tidak menimbulkan cedera yang bersifat akut dan menambah beban cedera yang kronis. Olahraga yang benar adalah olahraga yang merujuk pada latihan yang dilakukan secara bertahap pada setiap gerakan yang akan dilakukan.

Tahap latihan yang dilakukan melalui pemanasan 5–10 menit dengan menyesuaikan dengan otot-otot besar yang menjadi dominan (agonis) dan antagonis dalam melakukan gerakan inti latihan. Gerakan inti yang dilakukan dapat dilakukan dalam jangka waktu 20-60 menit yang dilakukan secara bervariasi dan sesuai dengan minat.

Gerakan selanjutnya adalah gerakan pendinginan yang dapat dilakukan selama 5 sampai 10 menit. Pada bulan puasa sebaiknya dilakukan dengan mengambil waktu yang terendah ±30 menit yang dilakukan secara bertahap dengan peningkatan hingga waktu 60 menit.

Olahraga yang terukur merupakan olahraga yang memiliki ukuran atau parameter dalam menentukan hasil latihan yang telah dilakukan. Parameter yang biasa digunakan adalah pencapaian dan peningkatan denyut nadi latihan dengan memperhatikan denyut nadi maksimal terlebih dahulu.

Denyut nadi latihan (DNL) untuk menjaga kebugaran berkisar 60-75% dari denyut nadi maksimal. Selain DNL parameter yang digunakan adalah jarak tempuh dan waktu tempuh yang dilakukan pada latihan jogging atau berjalan.

Olahraga yang teratur adalah olahraga yang dilakukan secara rutin minimal dilakukan 3 kali dalam seminggu dengan jadwal latihan dan libur secara bergantian dan terbanyak adalah 5 kali dalam seminggu. Untuk menjaga kebugaran dalam bulan ramadhan dapat dilakukan dalam 3 kali seminggu.

Pada keadaan berpuasa dapat mengikuti takaran latihan sebagai berikut: Frekuensi latihan dilakukan 3 kali dalam seminggu. Intensitas latihan dilakukan dari intensitas ringan dan sedang dengan zona denyut nadi latihan 60-75% dari denyut nadi maksimal. Lama latihan dilakukan untuk pemanasan 5 menit, gerakan inti 20 menit dan pendinginan 5 menit dan dilakukan pagi hari setelah melaksanakan shalat Subuh atau sore hari menjelang berbuka. Tipe atau jenis latihan dilakukan dalam bentuk latihan berjalan kaki, jogging, bersepeda, senam dan latihan beban.

Pelaksanaan Ramadhan dalam pengejawantahan puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan bagi umat muslim di seluruh dunia. Ramadhan memiliki makna tersendiri dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah Sang Pencipta.

Untuk mewujudkan Ramadhan yang penuh berkah, selayaknya manusia juga menjaga kesehatan agar selalu dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Berbagai informasi diberikan oleh ahli terkait upaya-upaya menjaga kesehatan dalam menjalankan puasa.

Puasa adalah menahan segala hawa nafsu selama waktu yang ditentukan termasuk menahan lapar dan haus. Makanan dan minuman sebagai sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh dilarang masuk kedalam tubuh selama lebih kurang 13 jam selama 29-30 hari. Hal ini butuh penyesuaian terhadap fungsi dari masing-masing organ tubuh yang belum terbiasa melaksanakan puasa sunnah. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional