Close

OKS 2022, Satlantas Polres Bukittinggi Bukukan 564 Pelanggaran

AKP Ghanda Novidiningrat Gunawan

BUKITTINGGI, METRO–Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bukittinggi menemukan sebanyak 564 pelanggaran di Operasi Keselamatan Singgalang (OKS) 2022, yang ber­langsung selama 14 hari, 1-14 Maret 2022. “Paling dominan pelanggaran yang ditemukan, yaitu pe­ngendara roda dua. Pelanggaran banyak kepada pengendara roda dua terjadi menjelang hari libur dan hari libur,” kata Kasat Lantas Polres Bukittinggi, AKP Ghanda Novidiningrat Gunawan, Selasa (15/3).

 Ia menyampaikan, sebanyak 564 pelanggar tersebut di antaranya, penindakan dengan tilang berjumlah 201 kasus, pelanggaran dengan cara ditegur baik secara tertulis atau lisan sebanyak 363 kasus. “Beberapa pelanggaran yang kita temukan tersebut ada yang tidak menggunakan helm, melawan arus, kebut-kebutan dan lagi viral ma­raknya pelanggaran overdimensi dan overload,” ucap Ghanda.

Disampaikan, proses penindakan bagi para pelanggar disesuaikan dengan prosedur, ada dibayar pada saat tanggal sidang dan melalui e-tilang. “Kalau memang ingin langsung silakan dibayar di e-tilang dengan BRIVA di Bank BRI,” ujar Ghanda.

Ia menyebutkan, rata-rata mereka (para pelang­gar, red) datang untuk sidang dengan menunggu hasil sidang baru membayarnya ke eksekutor (Kejaksaan). “Untuk via BRIVA atau via e-tilang masih sedikit masyarakat menggunakan jalur untuk pembayaran melalui elektronik tersebut,” ucap Ghanda.

Ia mengatakan, pelanggar yang rumahnya jauh dari Bukittinggi, misalnya dari Padang Panjang atau dari Payakumbuh, karena melakukan pelanggaran mau tidak mau tetap harus dilakukan penindakan. “Penindakan itu kita selektif saja. Apabila memang surat-surat kendaraan yang dijadikan barang bukti, jadi surat-suratnya kita jadikan barang bukti. Namun apabila tidak ada satu pun yang bisa dijadikan barang bukti, terpaksa kendaraan harus kita jadikan barang bukti,” papar Ghanda.

“Bilang memang kendaraannya kita jadikan barang bukti, itu menjadi resiko dari para pelanggar kenapa berkendaraan tanpa membawa keleng­kapan-kelengkapan sebagaimana mestinya,” tam­bah Ghanda. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top