Menu

Oknum PNS jadi Tersangka Pemalsuan Surat

  Dibaca : 419 kali
Oknum PNS jadi Tersangka Pemalsuan Surat
FOTO BERSAMA— Usai meresmikan Patung Rabab, Bupati Hendrajoni foto bersama.
PNS pemalsu

Oknum PNS Pemko Padangpanjang, FS, kemarin menjalani pemeriksaan di Mapolres.

PADANGPANJANG, METRO–Penyidik Satreskrim Polres Padangpanjang menetapkan oknum PNS Kota Padangpanjang berinisial FS (39) sebagai tersangka dalam kasus surat permohonan fiktif pemalsuan serta tanda tangan pencairan dana bergulir, di UPTD Pengelolaan Dana Bergulir (Badan Revolving) tahun anggaran 2015. Penyidik masih mencarikan teman bagi tersangka FS tersebut untuk menemaninya di dalam sel tahanan.

“Penyelidikan masih terus dilakukan. Tersangka FS sudah terbukti melakukan pencarian dana bergulir tersebut atas nama korban Munafri salah seorang nasabah Revolving,” ungkap Kasat Reskrim Polres Padangpanjang, AKP Ismet, Senin (23/5).

Mengunakan identitas korban, tersangka berhasil mengelabui petugas Revolving hingga pencarian dana bergulir dapat dicairkan dan dinikmati oleh tersangka. Dari pengakuan tersangka, ia telah melakukan pencairan. Akan tetapi, FS menyebut bahwa surat permohonan tersebut bukan hasil rekayasa yang dibuatnya, akan tetapi surat permohonan pinjaman sebesar Rp8 juta tersebut merupakan berkas nasabah yang  masih terkendala kelengkapan administrasi.

“FS nekat menggunakan surat permohonan fiktif  serta mengelabui petugas pencairan dapat dilakukan dan uang diterima oleh FS. Untuk itu tersangka dijerat pasal 263 ayat 2, tentang  pemalsuan. Tersangka terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara, “ sebut Ismet.
Kasus pemalsuan  surat atas nama korban terungkap saat korban dipanggil pihak Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Padang Panjang Barat. Korban disebut telah menunggak terkait cicilan pinjaman dara bergulir Revolving.

“Saat pihak kelurahan menyatakan korban telah menunggak cicilan dana bergulir, tentu korban kaget. Korban protes karena tidak pernah melakukan pinjaman dana revolving,” ungkap AKP Ismet.

Karena merasa namanya sudah disalahgunakan, korban Munafri langsung menemui tersangka FS untuk meminta kejelasan.  Korban pun akhirnya melapor ke polisi.

“Meskipun telah menetapkan satu tersangka, penyidik terus melakukan pendalaman kasus. Dari hasil keterangan beberapa saksi dan pengakuan tersangka, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam waktu dekat ini,” tukas AKP Ismet (a)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional