Menu

Oknum Guru Terduga Pedofilia di Pasaman Terancam Dipecat

  Dibaca : 1152 kali
Oknum Guru Terduga Pedofilia di Pasaman Terancam Dipecat
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Pasaman Barat (Pasbar) mendistribusikan 10 ekor sapi kurban untuk masyarakat berbagai daerah di Pasaman Barat dari tanggal 20 sampai tanggal 23 Juli 2021.
Kekerasan Seksual Anak3

ilustrasi

PASAMAN, METRO–Oknum guru yang diduga menderita pedofilia (penyuka seks dengan anak-anak-red) terancam dipecat dari pekerjaannya sebagai pengajar. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasaman Khairil Anwar memastikan sanksi tegas jika oknum guru bernama Harmen (35) terbukti bersalah.

”Ada sanksi tegas, bahkan berujung pada pemecatan dirinya sebagai seorang guru, jika nanti pengadilan memvonis dia bersalah melakukan perbuatan asusila tersebut,” kata Khairil, ketika dihubungi, Jumat.

Untuk saat ini, kata Khairil, pihaknya belum bisa berbuat banyak, termasuk memberikan sanksi terhadap oknum guru CPNS kategori dua itu. Pihaknya, kata dia, masih menunggu keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuksikaping. “Kita masih menunggu. Tapi apabila terbukti secara sah dan menyakinkan berdasarkan putusan majelis hakim, tak ada kata ampun. Dia (Harmen), pelaku pencabulan terhadap sesama jenis itu akan ditindak sesuai PP nomor 53 tahun 2010, disitu sanksinya tegas,” ungkap Khairil.

Ia mengatakan, perbuatan oknum guru SD Negeri 12 Kototinggi itu sudah dianggap mencoreng dunia pendidikan, khususnya di daerah itu. Sebagai seorang pendidik, seharusnya HR dapat memberi contoh dan jadi suri tauladan bagi masyarakat. ”Jujur, perbuatannya sungguh telah menciderai dunia pendidikan. Seharusnya dia memberi contoh secara melekat, baik saat di sekolah dan demikian sebaliknya ketika di luar sekolah,” ujar Khairil sedikit emosi.

Khairil mengatakan, peristiwa tidak senonoh itu, ia ketahui pertama kali dari pemberitaan koran ini. Tak lama berselang, kata dia, pihak kepolisian lalu menangkap pelaku pedofilia itu di rumahnya, setelah ia ditetapkan sebagai tersangka.

”Yah, dari koran ini. Lalu saya kontak pak Kapolres untuk klarifikasi, eh ternyata benar. Beliau mengatakan, bahwa pelaku HR, oknum guru sudah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencabulan terhadap PT, laki-laki, anak di bawah umur,” sebut Khairil.

Khairil menekankan, tenaga pendidik di daerah itu harus dapat memberi contoh baik, tidak hanya bagi murid atau siswa, melainkan kepada seluruh masyarakat setempat, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. “Guru, sebagai seorang pendidik dan pengajar harus berikan contoh baik. Itu wajib.

Berbuatlah sesuai aturan, patuhi peraturan, jangan tercela,” ucap Khairil.
Sebagaimana diketahui, pihak Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman telah menetapkan Harmen (35), oknum guru SD sebagai tersangka tindak pidana pencabulan terhadap PT, siswa disalah satu madrasah aliyah (MA) di Lubuksikaping. Ia ditangkap tim opsnal satreskrim di rumahnya, Selasa (3/11) malam. Warga Batu Batindih, Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuksikaping, pelaku pedofilia ini kini harus merasakan dinginnya jeruji besi di Mapolres itu.

Atas perbuatan bejatnya itu, tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.
Sementara Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasaman, Yunzar Lubis mengatakan, guru-guru bermasalah dengan kasus moral harus diberhentikan dari profesi keguruan. “Guru berkasus moral, pelecehan seksual harusnya diberhentikan jadi guru. Soal PNS-nya itu lain hal. Karena, menurut saya tidak layak seorang guru berkasus amoral,” ujar Yunzar. (y)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional