Close

Oknum Guru Balok Kepala Ayah hingga Tewas di Kabupaten Kepu­lauan mentawai, Kepala, Jidat dan Mulut Berdarah, Pelaku Tak Terima Ditegur saat Bertengkar dengan Istri

TEWAS— Korban Mangantar Samaloisa (82) tewas bersimbah darah akibat dihantam balok oleh anak kandungnya.

MENTAWAI, METRO–Sadis. Seorang pria paruh baya yang sehari-hari bekerja sebagai guru di salah satu se­kolah di Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Se­latan, Kabupaten Kepu­lauan mentawai, tega menganiaya ayah kan­dung­nya yang sudah lan­jut usia hingga tewas bersimbah darah.

Pelaku yang diketahui bernama Laurianus (56) ini menghabisi nyawa ayah kandungnya Mangantar Samaloisa (82) menggu­nakan balok kayu. Usut punya usut, pelaku tega mem­bunuh ayah kandungnya itu hanya karena tidak terima ditegur saat ber­tengkar dengan istrinya.

Kejadian itupun sontak membuat warga setempat gempar dan langsung berdatangan ke lokasi. Melihat kondisi korban yang sudah tak sadarkan diri dan wajah berlumuran darah, war­ga pun berusaha membawa korban ke RSUD Men­­tawai.

Namun, setelah men­dapat­kan penanganan intensif oleh tim medis, sayangnya nyawa korban tak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara, Tim Polsek Sikakap yang mendapat laporan adanya kejadian itu, langsung menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Mentawai AKBP Mu‘at melalui Ka­polsek Sikakap Iptu Januar mengatakan, aksi penganiayaan yang sempat meng­gemparkan itu terjadi di  Dusun Beleraksok, Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Selatan, pada Jumat 9/9) sekitar pukul 20.45 WIB.

“Sebelum pengania­yaan terjadi, korban yang bekerja sebagai petani ini, duduk di ruangan tamu rumah bersama pelaku dan istrinya diketahui bernama Saida Samaloisa (39). Namun, karena ada ada persoalan rumah tangga, saat bertemu di ruangan tamu, antara pelaku dan istrinya terlibat pertengkaran hebat,” ungkap Iptu Januar, Minggu (11/9).

Saat pertengkaran itulah, dikatakan Iptu Januar, korban mencoba menengahinya dan sempat menegur pelaku agar tidak me­nyelesaikan masalah dengan pertengkaran. Korban pun meminta pelaku menghentikan pertengkaran itu untuk diselesaikan secara baik baik.

“Tetapi pelaku tidak menerima peringatan dari korban yang tak lain adalah ayah kadungnya sendiri. Tanpa pikir panjang, pelaku  mengambil balok sepanjang 50 cm  dan menghantamkannya ke kepala korban. Jidat dan kepala belakang  menjadi sasaran. Korban yang terkena hantaman benda tumpul itu langsung tersungkur ke lantai rumah,” terang Iptu Januar.

Dijelaskan Iptu Januar, setelah dihantam dengan balok, kepala belakang dan jidat korban mengeluarkan darah. Tak hanya itu dari mulut korban juga keluar darah segar. Melihat kejadian itu, warga yang me­nge­tahui langung heboh dan melaporkan kasus ter­sebut kepada petugas piket Polsek Sikakap.

“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi sayangnya korban meninggal dunia. Mendapatkan kabar langsung ke lokasi dan berhasil meringkus pelaku.    Namun setelah kita melakukan interogasi, jawabnya bertele-tele. Me­nurut informasi dari keluarga,   peristiwa ini merupakan kejadian kedua selama dua  tahun terakhir,” pungkasnya. (ped)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top