Menu

Oknum ASN Aniaya Istri jadi Pesakitan di Kota Padang

  Dibaca : 328 kali
Oknum ASN Aniaya Istri jadi Pesakitan di Kota Padang
PENGAMBILAN SUMPAH— Empat saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus dugaan KDRT ASN di Kota Padang, diambil sumpahnya saat sidang di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (7/7).

KHATIB, METRO–Cristian Khaidir yang meru­pakan oknum Apa­ratur Negeri Sipil (ASN) Pemko Padang diduga me­lakukan tindak kekerasan rumah tangga (KDRT) ter­hadap istrinya, Welly Yu­safitri harus mem­pe­rtang­gung jawabkan perbua­tannya di Pengadilan Ne­geri Padang Kelas 1 A Rabu (7/7).

Pada sidang dalam agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Padang Irna menghadirkan empat orang saksi. Sidang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Rinaldi Triandoko.

Saksi pertama yang juga pelapor, Welly Yusafitri yang merupakan istri terdakwa mengatakan, ia menikahi terdakwa tahun 11 Juli 2020 lalu dengan secara sah tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Timur dengan wali nikah orang tua saksi.

Namun, dengan menetaskan air mata saksi menjelaskan, bahwa peristiwa pertengkaran dirinya dengan terdakwa terjadi pada 22 September 2020 yang dimulai Isya hingga subuh hari hingga menyebabkan dirinya diikat dengan lakban dan luka lebam dibetis dan tangan dan kaki.

“Kejadiannya dirumah, tinggal dirumah mertua. Pemicunya waktu itu terdakwa (suami) memegang handphone saya, dalam handphone tersebut berisikan rekaman terdakwa dengan salah satu teman saya juga di komunitas mobil yang berisikan bahwa suami saya menyuruh dia untuk mengalihkan perhatian saya agar bisa bertemu dengan mantan pacarnya di suatu kegiatan acara komunitas mobil di luar Padang,” kata Welly yang berprofesi sebagai pegawai swasta itu.

Ia menambahkan, bahkan terdakwa selalu curigai dan memfitnahnya macam-macam diluar.

“Pada malam itu terdakwa ingin merebut cincin pernikahan saya. Namun, saya tetap mempertahankannya, saya  didorong hingga menyebabkan lebam di kaki maupun tangan. Peristiwa memilukan itu disaksikan oleh anak-anaknya bahkan disuruh rekam oleh dia (terdakwa),” ungkapnya.

Saksi kedua, Ria sahabat dari korban Welly mengatakan, korban mendatangi rumahnya dalam kondisi menangis dan kelihatan lemah fisiknya.

“Sambil menangis menjerit, Welly menceritakan bahwa dia bertengkar dan diusir sama suaminya dan memperlihatkan tangan, betis dan pahanya sudah lebam,” katanya.

Sedangkan saksi lain, mertua terdakwa, Yusri menyebutkan, juga mendapat informasi bahwa anaknya bertengkar dengan suaminya.

“Setelah mengetahui anak saya mengalami luka lebam akibat bertengkar dengan suaminya (terdakwa) saya berinisiatif membawa ke rumah sakit. Akan tetapi hingga saat ini terdakwa tidak ada itikad baik untuk meminta maaf yang ada dia mengirimkan pesan WhatsApp bahwa dia akan menceraikan anak saya talak 1,” kata Yusri.

Sementara itu, saksi keempat Ferdi adik ipar terdakwa mengatakan, dirinya juga mendapat informasi bahwa ada pertengkaran Welly dan Cristian pada malam tanggal 22 September 2020 lalu.

“Saya mendapat informasi itu, dari istri saya melalui anak Cristian bahwa asa pertengkaran dan saya malam itu ke rumah dia. Informasi yang didapat bahwa pertengkaran karena berebut cicin antara Welly dan Cristian. Waktu itu sudah diingatkan jangan bertengkar apalagi ada kekerasan,” sebutnya.

Atas keterangan saksi, terdakwa Cristian Khaidir membantah pernyataan istrinya.

 “Saya tidak ada seperti yang dituduhkan. Keterangan, saksi tidak benar,” kata terdakwa yang berdinas di RSUD Rasidin ini.

Dalam berita sebelumnya disebutkan, korban melaporkan ke kantor polisi pada tanggal 29 September 2020 lalu. Korban melapor ke Polresta Padang, terkait dugaan kekerasan.

Menurut, Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda membenarkan telah adanya laporan dalam perkara KDRT yang dialami oleh korban bernama Welly Yusafitri dengan nomor laporan LP/519/B/IX/2020 Resta SPKT Unit I tanggal 29 September 2020.

“Kemudian pada tanggal 5 Februari 2021 terlapor atas nama CH telah ditetapkan menjadi tersangka setelah menjalani pemeriksaan saksi, dan hasil visum. Saat ini, tinggal menunggu kelengkapan berkas yang akan diserahkan ke pengadilan,” jelas Kompol Rico. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional