Menu

Objek Wisata Kembali Dibuka 8 Juni

  Dibaca : 2125 kali
Objek Wisata Kembali Dibuka 8 Juni
PENGAWASAN— Personel kepolisian dan Satpol PP melakukan pengawasan bagi setiap pengunjung yang mau ke Pantai Padang, persisnya di dekat Lapau Panjang Cimpago (LPC).

JATI, METRO
Semua objek wisata yang ada di Kota Padang akan resmi kembali dibuka pada 8 Juni nanti. Dibukanya objek wisata, baik Pantai Aiamanih dan Gunung Padang tersebut, usai berakhir pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 7 Juni mendatang. Sebelumnya, kedua objek wisata tersebut ditutup sejak 20 Maret untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Padang akan menerapkan protokol Covid-19, khususnya pada objek wisata yang dikelola Pemko. “Habis PSBB, insya Allah kita buka lagi semua objek wisata kita. Tapi pengunjung harus mematuhi protokol Covid-19 saat berkunjung ke lokasi wisata,” ujar Kepala Disparbud Kota Padang, Arfian, Senin (1/6).

Arfian menjelaskan, aturan untuk memasuki objek wisata yaitu semua pengunjung harus memakai masker dan menjaga jarak. Petugas nantinya akan disiapkan di lokasi guna mengingatkan pengunjung agar menjaga jarak. Pada saat masuk, setiap pengunjung akan dicek suhu tubuhnya. Selain itu, pada lokasi juga akan disediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung.

Arfian mengungkapkan, semua aturan itu hanya akan diawasi pelaksanaannya oleh petugas Disparbud di objek wisata Gunung Padang saja. Sementara untuk Pantai Aiamanih akan dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri (Perumda PSM). Sebab, mulai 1 Juni 2020, lokasi objek wisata Pantai Aiamanih dikelola oleh perusahaan daerah itu.

“Saya sudah tanda tangani kontrak kerja samanya. Mulai 1 Juni 2020 yang mengelola Pantai Aiamanih adalah Perumda PSM. Kita hanya mengelola objek wisata Gunung Padang,” tandas Arfian.

Arfian mengungkapkan, diserahkannya pengelolaan Pantai Aiamanih ke Perumda PSM, sebagai langkah percepatan pengembangan dan efisiensi pengelolaan terhadap objek penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut. Disparbud dalam hal ini sebagai pengawas.

Dia berharap, pengelolaan Pantai Aiamanih di bawah Perumda PSM akan lebih maksimal. Pasalnya, Perumda PSM sebagai perusahaan daerah akan lebih mudah dalam membuat perjanjian kerja sama. “Kita harapkan pengelolaan Pantai Air Manis lebih maksimal ditangani Perumda PSM,” ujarnya.

Sementara itu, terang Arfian, untuk pengawasan di objek wisata Pantai Padang dan Taman Muaro Lasak, pihaknya berkoordinasi dengan para pedagang dan Satpol PP, agar turut menerapkan protokol Covid-19 di area kawasan wisata tersebut.

Arfian juga mengatakan, bahwa pihaknya juga akan fokus pada pengelolaan dan pengembangan objek wisata yang lain, seperti Pantai Padang dan Pantai Pasir Jambak. Selain itu, kawasan Sungai Pisang juga sedang dirancang untuk dikembangkan sebagai gerbang wisata pulau.

“Selanjutnya, kita fokus pada pengembangan dan pengelolaan potensi wisata lainnya. Kita ada Pantai Pasir Jambak dan Pantai Padang, juga ada kawasan Sungai Pisang yang strategis untuk wisata pulau,” ucapnya.

Kawasan Sungai Pisang yang berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung bakal menjelma sebagai primadona baru destinasi wisata di Kota Padang. Hal itu menyusul bakal dibangunnya dermaga terapung untuk transportasi antar pulau dengan anggaran Rp. 35 miliar.

“Sungai Pisang nanti menjadi gerbang wisata pulau, baik di Kota Padang maupun kawasan Mandeh. Menyusul pembangunan dermaga terapung dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah saat meninjau dampak abrasi di Sungai Pisang, Kamis lalu (28/5).

Mahyeldi mengungkapkan, terkait rencana pengembangan Sungai Pisang, rencananya dibiayai dari APBD Kota Padang, APBD Provinsi dan APBN. Saat ini sudah teralokasi anggaran sebesar Rp35 miliar untuk pembangunan dermaga terapung. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional