Close

Objek Wisata Kandi Sepi Pengunjung

SEPI PENGUNJUNG— Tiket masuk ke kawasan objek wisata Kebun Buah Kandi senilai Rp5.000, namun pengunjung wisatawan belakangan sangat sepi. (zeki/posmetro)

SAWAHLUNTO, METRO – Sejak dibangun tahun 2012 lalu, Kebun Buah Kandi yang digadang-gadang bakal menjadi salah satu lahan yang berhasil dikelola pemerintahan kota dari lahan tandus (bekas tambang) menjadi sebuah objek wisata kini terbilang sepi.

Pantauan saat itu di lokasi, Sabtu (13/7) taman buah yang kini telah berkembang memiliki banyak tugu buahnya itu belum cukup membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Hingga tak ada satupun wisatawan tampak di lokasi, walau petugas pelayan tiket masih duduk di poskonya.

Tengku Moh. Rafli, dia duduk di posko tersebut untuk melayani wisatawan jika ingin membeli tiket, sekaligus ia juga merupakan petugas perawat tanaman. Ia mengatakan, sejak bekerja pas satu tahun di situ memang salah satu tumpuan hidupnya itu tidak terlalu ramai dikunjungi alias sepi.

“Ya, beginilah setiap hari tidak ada orang yang ke sini, paling banyak bulan ini hanya 15 orang dan kemarin hanya 2 orang saja,” ujar pria kelahiran 2001 ini.

Walaupun sedikit banyaknya pengunjung tak berpengaruh akan gaji hariannya, Rafli yang bertugas dari Kamis hingga Ahad ini mengatakan, harapannya akan banyak pengunjung berdatangan dengan program gebrakan baru.

Di antaranya, dia berharap adanya infrastruktur dan wahana baru yang ada dalam memikat pengunjung “Walau belakangan ini sudah banyak pembangunan baru namun saya lihat daya tarik pengunjung juga belum,” katanya.

Sementara, saat dikonfirmasi, Yenita Yohanas, Kabid PPh Tanaman Pangan dan Hortikultural, Dinas Pertanian, Pangan dan Kehutanan Sawahlunto mengatakan, memang hingga saat ini belum ada perencanaan program khusus dalam pengembangan kebun buah tersebut.

Selain juga terkendala dana, hama dikawasan sekitar juga menjadi masalah pengembangannya, diantaranya sapi masyarakat sekitar dan kera liar yang kerap memakan buah saat petugas tidak ditempat. “Hal ini juga kedepannya akan diatasi dengan pemasangam pagar disekitar kebun dan diketatkannya pengamanan hingga hama tidak bisa masuk,” ungkap Rafli lewat telpon genggamnya, Minggu (14/7)

Saat ditanya gambaran pengembangan kedepanlainnya, ia mengatakan akan membuat kebun buah menjadi pusat pembibitan, di antaranya dengan menyediakan bibit durian Kubang, Rambutan Talawi hingga bibit manggis.

“Ya kalau perencanaannya sih tentu banyak, selain meningkatkan promosi, ada juga yang memberikan ide dikembangkan kebun buah ini menjadi hotspot photo yang cantik, seperti taman Green House Lezatta yang ada di Baso, Agam. Kita lihat nanti aja, tentu kita kedepan akan membenahi ini agar para wisatawan dapat melirik tempat ini jadi tujuan wisatanya,” ujar Rafli. (zek)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top