Menu

Nurhayati, Korban Crane Mekkah asal Sumbar: Berhaji dari Gigih Usaha Keramba Ikan

  Dibaca : 973 kali
Nurhayati, Korban Crane Mekkah asal Sumbar: Berhaji dari Gigih Usaha Keramba Ikan
Audy Joinaldy bersama dengan sejumlah influencer muda di Kota Padang, Sumbar.
Nurhayati Rasad -- jamaah meninggal di mekkah web

Almarhumah Nurhayati Rasad Usman bersama anaknya saat berada di Asrama Haji Padang, jelang keberangkatan ke Mekkah.

AGAM, METRO–Pagi itu, masih dingin dan sayup-sayup terdengar pengumuman dari Masjid Raya Bayur. Masjid termegah di kawasan salingka Danau Maninjau itu menjadi perhatian masyarakat Bayur, Kecamatan Tanjungraya, yang letaknya tak jauh di pinggir jalan. Keheningan pagi, mendadak menjadi keriuhan.

”Innalilahi wa inna ilaihi rojiun,” suara pengurus masjid menggema. Nurhayati binti Rasad Usman, salah satu warga Jorong Banda Tangah, Kenagarian Bayur diumumkan meninggal dunia di Mekkah al Mukarammah, pada Minggu (13/9) pagi  Sontak, masjid jadi ramai.

Rumah Nurhayati yang akrab disapa Tati memang tak jauh dari masjid yang dipugar atas prakarsa mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah itu. Dari masjid, warga berbondong-bondong ke rumah duka. Tak ada yang menyangka, Tati yang sehari-hari berjualan ikan hasil keramba itu, akan menemui ajalnya di tanah haram.

Beberapa pekan silam, warga juga mendatangi rumah Tati yang memiliki tiga anak. Mereka mengadakan syukuran kecil, untuk melepas kepergian janda tiga anak itu ke tanah suci. Pemandangan orang melayat, sambung menyambung sepanjang hari.

Dari cerita warga, Tati mampu berhaji, berkat kerja kerasnya selama ini. Bersama tiga anaknya, Adi, Wan dan Yosi, dia menjalankan usaha keramba atau jala apung di tepian Danau Maninjau. Dari dana yang dikumpulkan sedikit demi sedikit itulah, dia menyusun langkah ke tanah impian.

Kini, Nurhayati telah tiada. Anaknya, Adi (35), disebutkan menjadi  yang pertama kali mengetahui kabar duka, saat crane jatuh di Masjidil Haram. Saat itu, dia mencoba berkomunikasi dengan ibunda tercinta, seperti malam-malam sebelumnya. Namun Jumat (11/9) malam itu, yang mengangkat telepon adalah teman satu Kloter Tati, Kloter Padang 4.

”Waktu itu, bukan ibu yang angkat, tapi temannya. Kata temannya, ibu pergi cukup lama, namun belum juga kembali. Kami cemas, tak biasanya ibu pergi lama-lama,” kata Adi, seperti diceritakan pengurus Masjid Raya Bayur, Yusri Dt Rajo Bulan (45), yang dihubungi koran ini.

Yusri menyebutkan, akhirnya saat tayangan televisi pada Jumat malam itu, membuat keluarga bertanya-tanya. Mereka akhirnya mendapatkan kabar, kalau Nuhayati turut meninggal dalam kecelakaan crane itu, pada Sabtu malam. Saat itu, teman satu Kloter Nurhayati kembali menelepon Adi.

Menurut Yusri, keluarga Nurhayati yang ditanyai warga, telah mengikhlaskan jenazah ibu mereka dimakamkan di tanah haram. ”Keluarga sudah tahu, dan rela beliau dimakamkan di Mekkah. Mereka masih berduka, sulit untuk diwawancarai,” kata Yusri yang juga berjualan di sekitar masjid itu.

Selama hidupnya, menurut Yusri, Nurhayati merupakan seorang perempuan pekerja keras, dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Memang, beberapa waktu terakhir, Tati tidak lagi berjualan ikan ke pasar-pasar, mungkin karena kondisi kesehatan. ”Sekarang, tiga anaknya yang meneruskan usaha. Beserta menantunya,” sebutnya.

Sampai tadi malam, katanya, warga masih berdatangan, untuk bertakziah ke rumah duka. Banyak masyarakat yang bersimpati, tak sedikit yang merasa, meninggal di Mekkah, adalah langkah baik. “Kami dan keluarga di sini berharap yang terbaik untuk almarhumah,” katanya.

Sementara itu, Nurhayati disebutkan juga memiliki keluarga di Perumahan Azhadi, Gurung Tanjung, Kelurahan pakan Kurai, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Hingga tadi malam, tak ada aktivitas berarti di lokasi itu. Ketua RT, Irwanti (54) menyebutkan, rumah sejak pagi kosong.

”Rumah ini sejak pagi emang sudah ditinggal penghuninya. Keluarga tentunya pergi ke Bayur, kampong Nurhayati,” katanya kepada POSMETRO. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional