Menu

NPC Sumbar Merasa Dianaktirikan, Atlet Disabilitas ke Peparnas hanya Didanai Rp350 juta

  Dibaca : 320 kali
NPC Sumbar Merasa Dianaktirikan, Atlet Disabilitas ke Peparnas hanya Didanai Rp350 juta
FOTO BERSAMA--tua NPC Sumbar Arizal Aries foto bersama dengan Ketua NPC Padang Abraham Ismet dan Ketua NPC Kabupaten Solok Ilham Ridwan.

PADANG, METRO–Atlet-atlet disabilitas yang tergabung dalam Nasional Paralympic Committee (NPC) Sumbar me­rasa dianaktirikan. Pa­sal­nya, untuk mengikuti Pekan Paralimpiade Nasional (Pe­parnas) yang digelar se­bulan sesudah Pekan Olah­raga Nasional (PON) Pa­pua, mereka hanya dia­lokasikan anggaran Rp350 juta.

Padahal, menurut pe­ngakuan Ketua NPC Sum­bar Arizal Aries menyam­paikan, pada tahun 2020 lalu, sudah tersedia ang­garan mencapai Rp8 miliar guna mengikuti Peparnas tersebut di APBD.

“Bahkan telaah staf­nya sudah ada. Namun, karena kondisi pandemi, maka event itu ditunda ke 2021 sama halnya dengan PON Papua. Namun, en­tah ke­napa anggaran kami yang Rp8 miliar ternyata raib dan hanya tinggal Rp350 juta saja,” kata Arizal Aries di Sekre­ta­riatan NPC Sumbar, Ka­mis (12/8)

Arizal menjelaskan, de­ngan dana Rp350 juta itu hanya bisa membe­rang­katkan 14 orang saja. Pa­dahal rencananya, NPC Sumbar akan mem­be­rang­katkan 86 atlet disabilitas, pelatih dan medis serta massage ke Paparnas di Papua.

Dikatakan Arizal, pi­haknya sudah diundang Dinas Pemuda dan Olah­raga (Dispora) Sumbar beberapa waktu lalu untuk koordinasi keberangkatan ke Papua.  “Kami diminta datang sebanyak 10 orang, ternyata saat rapat, kami diberitahun hanya men­dapat alokasi 5 orang atlet, sementara 9 lainnya di­alokasikan untuk pihak Dispora yang terdiri dari official serta pendamping,” jelas Arizal.

Dari lima atlet itu pun ada satu atlet titipan yang bukan binaan kami. Ini jelas sangat timpang jika dibandingkan dengan KO­NI yang akan mem­be­rang­katkan 300 orang kontingen terdiri dari atlet, pelatih, official serta medis dan massage. Padahal, jelas­nya, sesuai Perpres Nomor 95 Tahun 2017, Instruksi Menpora tahun 2015, KONI dan NPC kedudukannya sederajat.

“Artinya, kami sama-sama membina atlet yang akan mengharumkan na­ma daerah di tingkat nasional bahkan internasional. Na­mun kini ternyata masih saja kami dianaktirikan,” kata Arizal, didampingi Ketua NPC Padang Abra­ham Ismet, Ketua NPC Kabupaten Solok Ilham Ridwan dan bendahara NPC Agam ahmat Zulya­tama.

Sebenarnya, kata Abra­ham, pihaknya pun tidak meminta sama persis de­ngan KONI, namun seti­daknya atlet yang selama ini sudah dibina dan ber­latih dapat diberangkatkan ke ajang Peparnas. “Kami sudah mempersiapkan diri sejak lama bahkan dengan biaya sendiri yang sangat terbatas. Padahal sebagai atlet, kami sama saja de­ngan atlet normal butuh vitamin dan suplemen lain­nya. Bahkan peralatan ka­mi harusnya memakai khu­sus untuk atlet berke­bu­tuhan khusus,” kata Ab­raham.

Menurutnya, dengan kenyataan anggaran yang tersedia saat ini, pihaknya mengaku tidak sanggup menyampaikan kepada atlet yang telah berjuang berlatih selama ini. “Mung­­kin bisa diba­yang­kan, o­rang normal saja kalau su­dah memper­siap­kan dii ternyata gagal be­rangkan bisa stress, apa­lagi kami yang keba­nya­kan kondisi mental yang tidak stabil, jelas akan sangat terpukul,” jelas Abraham.

Sementara Ilham me­ngatakan, keberangkatan atlet disabilitas ke ajang Peparnas pun bukan se­kedar rekreasi atau main-main semata. “Atlet binaan kami juga untuk mengejar prestasi mengharumkan nama Sumbar.  “Kami juga berpotensi merebut me­dali. Dalam hitungan kami, setidaknya minimal de­lapan emas bisa kami raih. Bahkan atlet kami ada yang levelnya sudah inter­na­sional,” jelas Abraham. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional