Close

Niniak Mamak Ujung Tombak Penyelesaian Persoalan Tanah Ulayat

NARASUMBER— Bupati Agam Andri Warman menjadi narasumber pada lokakarya dalam rangka mendorong pengakuan legal atas tanah ulayat melalui kebijakan daerah, untuk memperkuat hak-hak masyarakat hukum atas tanah, hutan, dan sumber daya agraria

AGAM, METRO–Bupati Agam, Andri Warman menjadi narasumber pada Loka­karya dalam rangka mendorong pengakuan legal atas ta­nah ulayat melalui kebijakan daerah, untuk memperkuat hak-hak masya­rakat hukum atas tanah, hutan, dan sumber daya agraria, di Kabupaten Agam dan Pasaman Barat, yang digelar di Hotel Nuansa Maninjau, Selasa (26/7).

Panitia Pelaksanan Ke­giatan, Zulkifli mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap tanah ulayat yang ada di Minangkabau.

Oleh sebab itu jelasnya, pihaknya yang merupakan bagian dari Yayasan Ma­syarakat Kehutanan Lestari (YMKL) menginisiasi kegiatan lokakarya ini agar niniak mamak dan pemerintah daerah dapat mendorong pengakuan hak legal atas nama ulayat adat yang ada di nagari.

Diharapkan kepada niniak mamak dan pemerintah daerah agar dapat memberikan ide dan ga­gasan terkait upaya penyelesaian persoalan yang ada di tengah ma­syarakat, khu­sus­nya di tanah ulayat,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Agam, Dr H Andri Warman, MM, sangat mendukung kegiatan lokakarya yang diinisiasi oleh Yayasan Ma­sya­rakat Kehutanan Lestari (YMKL).

“Dengan adanya kegiatan ini, upaya dan regulasi yang kita lakukan hari ini, diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi masyarakat, Khususnya di Kabu­paten Agam,” ujarnya.

Dikatakan di daerah kita, khu­susnya di Sumatera Barat, salah satu hak tradisional masyarakat hukum adat adalah tanah ulayat.

“Tanah ulayat adalah adalah hak komunal yang memiliki fungsi sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Dijelaskan, saat ini ma­sih banyak masyarakat yang kurang paham mengenai pendaftaran tanah secara kepemilikan bersama (Komunal), inilah yang menjadi pe­nyebab masih rendahnya animo masya­rakat untuk melakukan legalisasi hak atas tanah ulayat, sehingga menjadi salah satu faktor timbulnya permasalahan dan sengketa tanah ulayat.

“Oleh sebab itu, pada persoalan ini, diharapkan niniak mamak bisa menjadi ujung tombak dalam penyelesaian persoalan terkait sengketa tanah ulayat yang terjadi di tengah masya­ rakat,”ujarnya.

Karena Niniak Mamak lah yang bisa menjadi pe­nengah, khususnya dalam menyelesaikan persoalan dan permasalahan yang terjadi di dalam kaumnya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masya­rakat, dan dapat segera menemukan solusi dalam menyelesaikan persoalan yang ada, khususnya persoalan sengketa tanah ulayat. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top