Menu

Ngelem dan Mabuk Tuak, Lima Remaja Diamankan Pol PP

  Dibaca : 136 kali
Ngelem dan Mabuk Tuak, Lima Remaja Diamankan Pol PP
DIAMANKAN— Lima remaja bermasalah diamankan ke markas Satpol PP di Padang Kaduduak untuk diminta keterangannya.

PAYAKUMBU, METRO
Bukannya melakukan tadarus Al-Qur’an selama malam bulan Ramadhan 1442 H. Malah Lima orang remaja di Kelurahan Padang Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, asyik mabuk lem Cap Banteng sambil mengkonsumsi minuman keras jenis tuak, Rabu (21/4) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Melihat Lima remaja tengah mabuk lem dan Tuak, masyarakat sekitar langsung melaporkan kejadian kepada Pol PP Kota Payakumbuh. Mendapat informasi itu, Tim Pol PP Kota Payakumbuh bergerak cepat mendatangi lokasi. Kontan saja, apa yang disampaikan masyarakat benar adanya. Hingga Lima orang itu, diamankan Pol PP dan dibawa ke markas Pol PP di Padang Kaduduak.

Remaja rata-rata masih berusia 17 tahun itu, diamankan regu patroli operasional bersama barang bukti plastik kemasan Tuak dan bekas kemasan Lem. Untuk selanjutnya akan di Proses dan dilakukan penyidikan lebih lanjut pada pagi harinya sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Setelah dilakukan pemeriksaan 5 orang terduga pelaku terbukti dan mengakui telah pelanggar Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Larangan Penyalahgunaan Lem dan Perda Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pencegahan, Penindakan dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat/Maksiat sebagaimana telah diubah dua kali terakhit dengan Perda Nomor 12 Tahun 2016.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan diatas maka 5 orang remaja ini dilakukan pembinaan baik dalam hal pembinaan mental, fisik dan disiplin maupun juga dalam bentuk pemberian penyuluhan tentang dampak dan bahaya mengkonsumsi miras dan penyalahgunaan fungsi lem,” sebut Kasat Pol PP dan Damkar, Devitra, kepada wartawan, Rabu (21/4).

Disampaikan Kasat, selanjutnya dilakukan pendataan dan berhubung 5 anak ini masih remaja maka hanya dilakukan proses secara non yustisi atau tidak dilanjutkan ke Proses Persidangan. “Kemudian mereka diminta untuk dijemput oleh orang tua masing-masing sehingga Tim Penegak Peraturan Daerah Pol PP Kota Payakumbuh juga dapat memberikan arahan peringatan kepada orang tua, agar kedepan benar-benar dapat lebih ketat mengawasi serta mengontrol sehingga pergaulan menyimpang yang dilakukan anak-anak mereka diluar rumah tidak terjadi lagi,” pinta Kasat.

Setelah dijemput orangtua masing-masing 5 orang remaja tersebut kembali diserahkan oleh Kabid PPD Ricky Zaindra melalui Kasi Penyidik & Penindakan Alrinaldi kepada orang tua masing-masing dengan terlebih dahulu membuat surat pernyataan bermaterai serta berjanji tidak akan lagi melakukan pelanggaran yang sama yang turut ditandatangani orang tua mereka.

Kasat Pol POL PP dan Damkar, Devitra, kembali mengingatkan para orangtua, ninik mamak, tokoh masyarakat serta stakeholder terkait ataupun pihak-pihak yang berwenang agar lebih meningkatkan peran sertanya untuk mencegah anak kemenakan melakukan pergaulan menyimpang seperti dalam kasus ini. “Apalagi saat ini kita semua sedang melaksanakan ibadah puasa yang tentunya tidak etis rasanya jika terganggu oleh perbuatan pekat dan maksiat yang dapat merusak kesucian bulan ramadhan,” harapnya mengajak.

Kasatpol PP juga menyampaikan dampak dari penyalahgunaan fungsi Lem dan miras oleh kalangan remaja sangat merusak kesehatan serta tentu berdampak buruk bagi masa depan mereka. “Nantinya karena lem dan miras dapat menimbulkan halusinasi, depresi, gangungan fungsi paru dan fungsi hati serta juga bisa menyebabkan ganguan jiwa permanent jika lem tersebut di hisap secara kontinue oleh anak-anak kita dalam jangka waktu yang lama,” sebutnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional