Menu

Ngaku Dijambret, Uang Perusahaan Dipakai Berjudi

  Dibaca : 279 kali
Ngaku Dijambret, Uang Perusahaan Dipakai Berjudi
PENGGELAPAN UANG— Karyawan PT. Indomarco Adi Prima yang sempat membuat laporan palsu jambret ditangkap atas kasus penggelepan uang perusahaan. (zeki/posmetro)

SAWAHLUNTO, METRO – Habiskan uang perusahaan akibat kecanduan judi online dan tidak sanggup lagi mengembalikannya, salah seorang karyawan PT. Indomarco Adi Prima ini nekat berpura-pura telah menjadi korban jambret dan membuat laporan polisi ke Polsek Muaro Kalaban untuk mengelabui perusahaan tempatnya bekerja.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Sawahlunto, ternyata ditemukan kejanggalan-kejanggalan dari keterangan pelaku berinsial NDN (30) asal Solok itu. Dari hasil pendalaman, didapatkan bukti kuat kalau pelaku telah memberikan keterangan palsu yang berujung pelaku ditangkap atas kasus penggelepan.

Wakapolres Sawahlunto, Kompol. Jerry Syahrin bersama Kasat Reskrim AKP Zulkifli Ritonga mengatakan awalnya pelaku memberikan pengakuan di Polsek Muaro Kalaban, ia dijambret oleh dua pria berjaket hitam mengenakan helm hitam, dengan kerugian sebesar Rp105 juta yang disimpan dalam tas miliknya.

“Namun setelah diselidiki, laporan tersangka banyak yang rancu, mulai dari penjambretnya hingga uang sebesar itu masuk dalam jok sepeda motor Jupiter Z. Padahal motor itu memiliki jok yang kecil, dan mana mungkin muat uang sebanyak itu,” kata AKP Zulkifli Ritonga, Selasa (20/8)

AKP Zulkifli Ritonga menjelaskan dari keterangan yang rancu itu, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan rekaman kamera CCTV, pemeriksaan ITE, dan pengakuan dari beberapa orang konsumennya. Karena berbagai kejanggalan, setelah melakukan penyelidikan, pihaknya melakukan pendalaman hingga pelaku mengaku laporan tersebut adalah palsu atau tidak pernah terjadi.

“Modus pelaku sebelum menerima pembayaran tagihan toko-toko yang mengorder barang, namun pelaku tidak menyetorkan uang tagihan tersebut pada perusahaan dan menutupi hal itu ia berpura pura dijambret. Uang tagihan tersebut telah digunakan untuk bermain judi online, membayar hutang, hiburan kafe dan keperluan pribadi lannya,” lanjutnya.

Saat ditanya keterkaitan orang lainnya, AKP Zulkifli Ritonga mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih dalam pada orang yang dihubunginya untuk menghilangkan barang bukti berupa tablet yang diminta untuk dibakar.

“Ya, berdasarkan pengakuan terlapor, ada pihak lain yang berperan sebagai pembakar barang bukti berupa tablet, apakah orang itu terlibat atau tidaknya kami baru melakukan pengembangan,” ungkapnya.

AKP Zulkifli Ritonga menjelaskan saat ini pihaknya telah mengamankan berupa satu unit sepeda motor, satu lembar surat tanda penerimaan laporan polisi, satu unit DVD merek Polytron, satu unit handphone Samsung, 13 lembar print out rekening koran, uang senilai Rp 970 ribu dan satu unit tablet merek Lenovo yang sudah terbakar.

“Pelaku akan dikenakan pasal 374 KUHP Yo Pasal 220 KUHP tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan pidana paling lama 5 tahun dan tindak pidana laporan palsu diancam pidana paling lama 1 tahun empat bulan,” pungkasnya. (zek)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional