Menu

Netty PKS Minta Pemerintah Menerapkan Lockdown Total

  Dibaca : 71 kali
Netty PKS Minta Pemerintah Menerapkan Lockdown Total
JELASKAN—Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani saat rapat menjelaskan situasi Covid-19 di Indonesia semakin menggila.

JAKARTA, METRO–Pemerintah telah mene­rap­kan kebijakan pemberl­a­kuan pembatasan kegiatan ma­syarakat (PPKM) berskala mikro dalam menekan pe­nu­laran Covid-19. Hal itu ter­tuang dalam Instruksi Men­teri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021 tentang perpan­jangan dan pengetatan PPKM berskala mikro.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher me­nilai PPKM berskala mikro tidak tepat di dalam menekan penularan Covid-19. Sebab, mobilitas masyarakat sulit ditahan dengan kebijakan PPKM skala mikro.

 Oleh karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta peme­rintah pusat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan lonjakan penularan Covid-19.  Toh, katanya, PSBB diatur melalui Undang-Undang No­mor 6 Tahun 2018 tentang Ke­karantinaan Kesehatan. Pada 31 Maret 2020, pemerintah menetapkan aturan lebih lanjut terkait PSBB melalui Peraturan Pemerintah No­mor 21 Tahun 2020.

“Pemerintah harus se­gera memberlakukan PSBB, bahkan lockdown total,” kata Netty dalam keterangan pers­nya, Rabu (23/6). Netty ber­harap pemerintah lebih tegas menerapkan aturan yang bisa mengajak mas­yarakat mematuhi protokol kesehatan demi menekan penularan Covid-19.

Apalagi jumlah kasus Co­vid-19 di Indonesia telah menembus angka lebih dari 2 juta pada Senin (21/6).

Dalam kurun waktu 24 jam, pemerintah melaporkan penambahan 14.536 kasus baru. Menurut Netty, apabila tak segera diambil kebijakan yang lebih ketat, maka kasus Covid-19 di tanah air makin buruk.  “Jangan sampai kita mengalami seperti India dan Malaysia yang kewalahan mengendalikan pandemi,” ungkapnya.

Menurut dia, ketegasan perlu segera diterapkan pe­me­rintah menyusul banyak­nya anak-anak yang terpapar Covid-19.

Berdasar data yang dida­pat­kan alumnus Universitas Indonesia itu, Jakarta men­ca­tatkan penambahan ka­sus harian sebanyak 5.582 ka­sus dengan 879 di antara­nya ialah anak-anak.  “Pe­merintah tidak boleh lamban bertindak guna mengan­tisi­pasi antrian, bahkan pe­num­pukan pasien di IGD karena ruang perawatan penuh,” pungkas Netty. (ast/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional