Menu

Netralitas ASN Mendominasi Kecurangan Pilkada

  Dibaca : 92 kali
Netralitas ASN Mendominasi Kecurangan Pilkada
SOSIALISASI—Bawaslu Kabupaten Sijunjung melakukan sosialisasi pengawasan terhadap tahapan kampanye Pilgub dan Pilbup Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO
Tahapan pelaksanaan Pilkada di Sijunjung diwarnai dengan sejumlah pelanggaran kategori netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan walinagari/kepala desa. Setidaknya, hingga memasuki masa kampanye saat ini Bawaslu Sijunjung telah memproses sebanyak delapan pelanggaran terkait netralitas. Dari delapan pelanggaran itu, tujuh diantaranya netralitas ASN dan satu kasus keberpihakan wali nagari atau kepala desa yang ada di Kabupaten Sijunjung. Kasus pelanggaran ASN tersebut sudah direkomendasikan ke KASN, empat diantaranya sudah ada putusan, sedangkan tiga kasus lainnya masih menunggu keputusan KASN.

“Untuk kasus wali nagari juga sudah diproses dan sudah diajukan ke bupati. Masing-masing pelanggaran ada sangsi yang berbeda, tergantung tingkatnya. Mayoritas pelanggaran yang ditemukan terkait netralitas ASN,” tutur Ketua Bawaslu Sijunjung, Agus Hutrial Tatul didampingi komisioner lainnya, Juni Wandri dan Riki Minarsah, Selasa (13/10).

Bawaslu menegaskan bahwa, pihaknya tidak segan untuk menaikan pelanggaran hingga ke pidana. “Jika nanti proses hingga pengusutan pidana pun akan kita lakukan. Istilah P19 tidak ada, kami katakan ke gakumdu kami tidak inginkan P19,” tegas Agus.

Hal itu disampaikan Bawaslu saat menggelar sosialisasi pengawasan tahapan kampanye pada Pilkada serentak tahun 2020, dengan melibatkan organisasi kepemudaan dan sejumlah media massa di Sijunjung.

Pada kesempatan itu, Bawaslu juga menyampaikan pengawasan yang telah dilakukan selama Pilkada berlangsung. Kemudian terkait mekanisme pelaporan dan proses pengusutan pelanggaran pemilu juga dibahas pada pertemuan tersebut.

Bawaslu mengatakan bahwa situasi Pilkada tahun ini lebih cenderung kondusif dibanding Pilkada sebelumnya. “Jika dibanding yang dulu lebih tenang yang sekarang. Karena kami melihat antar pasangan calon tidak menunjukan persaingan, secara sosial personal tidak, mungkin secara mental iya. Namun persaingan lebih terlihat dikalangan bawah. Sehingga gejolak lebih cenderung muncul ditengah masyarakat,” kata Agus.

Meski demikian, Bawaslu mengimbau agar semua pihak berperan aktif dalam mensukseskan Pilkada. Saling mengawasi dan menjaga situasi tetap kondusif. “Peran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Agar pelaksanaan Pilkada dan pesat demokrasi ini bisa kita sukseskan bersama,” kata Agus. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional