Menu

Nenek 77 Tahun Dirampok dan Dibunuh Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Barang Berharga Raib

  Dibaca : 534 kali
Nenek 77 Tahun Dirampok dan Dibunuh Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Barang Berharga Raib
BERSIMBAH DARAH-Korban Animar (77) ditemukan tewas bersimbah darah, diduga dibunuh oleh kawanan pencuri yang masuk ke dalam rumahnya.

TANAHDATAR, METRO – Nenek berumur 77 tahun ditemukan sudah jadi mayat dengan kondisi bersimbah darah di dalam rumah yang dihuninya di Jorong Kota Nagari Tepi Selo, Kecamatan Lintau Buo Utara, Tanah Datar, dengan kondisi berlumuran darah, Sabtu (12/1). Diduga kuat, nenek tersebut tewas akibat dibunuh oleh kawanan perampok yang menyantroni rumahnya.

Kabar meninggalnya korban yang diketahui bernama Animar ini membuat masyarakat setempat geger. Sontak, warga berbondong-bondong mengerumuni rumah korban. Pihak Kepolisian yang mendapatkan informasi adanya kejadian itu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.

Untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan otopsi. Dari hasil pemeriksaan sementara, secara kasat mata, pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka aniaya  dan beberapa barang berharga milik korban diduga dibawa kabur pelakunya.

Salah seorang warga, Syawal (43) mengatakan saat mendatangi rumah korban, ia melihat kondisi korban berlumuran darah dan tergeletak di atas lantai. Ditemukannya korban pertama kali oleh adik korban yang datang ke rumah korban untuk memberi makan ikan di kolam samping rumah korban.

“Eva nama adik korban. Eva datang kesana untuk memberi makan ikan. Saat Eva memanggil korban, tidak ada sahutan. Makanya Eva mengecek kondisi korban di dalam rumah, dan ternyata korban sudah tewas berlumuran darah. Kita tidak menyangka kalau korban meninggal dalam kondisi seperti itu,” kata Syawal.

Sementara itu, Kapolres Tanahdatar AKBP Bayuaji Yudha Prajas melalui Kapolsek Lintau Buo Utara Iptu Surya Wahyudi mengatakan awalnya pihaknya mendapatkan laporan dari warga ada penemuan mayat di lokasi. Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya kepolisian.

“Di lokasi kita lakukan olah TKP dengan memintai keterangan saksi-saksi dan juga mengumpulkan bukti maupun petunjuk untuk mengungkap penyebab kematian korban. Dari hasil olah TKP, diduga penyebab kematian korban karena adanya unsur kesengajaan yaitu dibunuh,” kata Iptu Surya

Terkait dugaan pembunuhan, Iptu Surya menjelaskan hal itu diperkuat dari hasil visum sementara memang ditemukan pada tubuh korban tanda tanda kekerasan dan luka aniaya. Selain itu, beberapa barang berharga milik korban seperti kalung emas, cincin dan uang raib dan belum ditemukan.

“Pada tubuh korban banyak ditemukan luka lebam, luka robek dan jari tangan patah. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, barang-barang berharga milik korban juga hilang. Untuk motifnya masih kita selidiki dan mencari bukti-bukti untuk mengungkap siapa pelaku yang membunuh korban,” ungkap Iptu Surya.

Iptu Surya menambahkan pihaknya masih akan terus mendalami kasus ini. Untuk mepengkapi berkas dan demi kepentingan penyelidikan, terhadap jasad korban akan dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar. Sehingga penyebab pasti kematian korban akan terungkap.

“Diperkirakan korban meninggal sejak dua hari yang lalu. Selain itu, dari olah TKP, pintu depan maupun samping rumah korban semua dalam keadaan terkunci, kecuali pintu belakang yang bisa didorong dari luar. Tetapi tidak terdapat tanda tanda di buka secara paksa,” katanya. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional