Close

Nelayan Mengeluh Sulit Dapat Pinjaman dari Bank, Terpaksa Minjam ke Rentenir

WORKSHOP NELAYAN— Suasana workshop yang dihadiri nelayan di Kota Padang, unsur Perbankan dan Forkim Kota Padang di ruang Abu Bakar Jaar, Balaikota Padang, Aiapacah, Jumat (22/10).

AIA PACAH, METRO–Meski punya aset kapal, sebagian besar nelayan pemilik kapal di Kota Padang mengaku kesulitan mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan. Akibatnya mereka terpaksa meminjam ke rentenir untuk menunjang usaha mereka.

Hal ini diungkapkan Herman (55), salah seorang pemilik kapal di Padang yang juga ketua Ketua Forum Kelompok Informasi Masyarakat (Forkim) Kota Padang. “Kami nelayan pemilik kapal. Punya aset kapal nilainya ratusan juta. Tapi perbankan tak ber­kenan memberi kami pin­jaman kredit,” ungkap Her­man dalam workshop sing­kat antara Perbankan, aka­demisi dan Forkim Kota Padang yang digelar Dis­kominfo Kota Padang, Ju­mat (22/10) di Balaikota Padang, Aiapacah.

Kondisi ini diakui Her­man sudah berlangsung lama. Saat mau meminjam ke bank, nelayan pemilik kapal susah medapatkan pinjaman. Kalaupun bisa meminjam, prosesnya la­ma dan harus memakai anggunan yang lain. Akibat­nya para nelayan pe­milik kapal terpaksa me­minjam ke rentenir dengan bunga pinjaman yang cu­kup besar.

“Ini yang kami se­sal­kan dari dulu. Perbankan sama sekali tidak berpihak kepada kami. Padahal kami punya aset hingga ratusan juta rupiah berupa kapal. Tapi pinjaman tak bisa kami dapatkan. Justru ABK kapal yang mudah mendapatkan pinjaman dari bank,” tegas Herman.

Ia berharap, ke depan perbankan bisa memberikan peluang untuk memberikan KUR pada setiap nelayan pemilik kapal di Kota Padang. “Kami pemilik kapal, kami sanggup bayar, kenapa kami sulit mendapat pinjaman dari bank,” tandasnya.

Dalam acara yang dipandu oleh  sekretaris Diskominfo, Titin Maspetrin ini juga hadir perwakilan dari Bank BNI, Bank Nagari serta unsur perguruan tinggi.

Perwakilan Bank Nagari Ogi mengatakan kapal penangkap ikan nelayan memang tidak bisa dijadikan sebagai anggunan di bank. Selain itu, kesulitan untuk mendapatkan pinjaman pada nelayan selama ini karena faktor kesanggupan bayar tiap bulan.

“Kami di Perbankan juga harus menjaga dana nasabah yang disimpan di bank untuk bisa kembali dalam waktu yang telah ditentukan. Pada nelayan, mungkin masalahnya adalah kesanggupan bayar tiap bulannya,” sebut Ogi. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top