Close

Nekat Jualan di Fasum, 3 Gerobak PKL Disita di Kota Padang

GEROBAK DIANGKUT— Petugas Satpol PP menaikkan sejumlah gerobak milik PKL yang masih nekat berjualan di fasum sepanjang jalan KH Ahmad Dahlan, Senin (24/10).

TAN MALAKA, METRO–Berkali-kali ditertibkan, namun masih ada sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) nakal dan tak mau mengikuti aturan yang sudah ditetapkan Pemko Padang. Senin (24/10), para pedagang dengan seenak­nya meninggalkan lapak-lapak mereka usai berjualan di atas fasilitas umum (fasum) di jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Padang Utara.

Akibatnya, tiga unit gerobak milik PKL langsung diangkut petugas penegak perda. Sebelumnya, Satpol PP sudah berulang kali melakukan tindakan per­suasif serta imbauan kepada pedagang agar tak berjualan di atas fasum, dan juga harus membereskan lapak, gerobak dan lainnya usai berjualan.

“Sebelum dilakukan tin­dakan tegas dengan me­nyita gerobak PKL, kita te­lah menegur secara huma­nis hingga pemberian Su­rat Peringatan (SP) kepada pe­milik, untuk tidak lagi ber­jualan dan meninggalkan lapak-lapak dan ba­rang dagangannya di atas fasum. Ini sesuai Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang Tibum Tranmas Bab V pasal 8 perihal Tertib Pedagang Kaki Lima,” ungkap Kabid Tibum Tranmas Satpol PP Padang, Deni Harzandy, Senin (24/10).

Penyitaan gerobak milik PKL sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut yang akan dilakukan Satpol PP, sebagai bentuk efek jera bagi PKL yang melanggar aturan. “Seharusnya sesudah berjualan, lapak dibereskan dan jangan dibiarkan di atas fasum. Karena fasum jelas bukan untuk berjualan bagi PKL,” tegasnya.

Dijelaskan Deni, sesampainya di Mako Satpol PP, tiga unit gerobak PKL langsung diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Pa­dang untuk dilakukan proses lebih lanjut. “Kita tunggu hasil dari PPNS dulu, apakah di sidang tipiringkan atau tidak,” tambahnya

Ia berharap, setiap PKL yang sudah diingatkan hingga diberikan surat peringatan ataupun yang belum diingatkan, agar tidak menggunakan fasum untuk berjualan, karena telah melanggar aturan yang berlaku di Kota Padang.

“Satpol PP tetap me­lakukan pengawasan setiap hari, jika nanti didapati adanya pelanggaran kita tetap mengutamakan tindakan humanis. Namun kita tidak ingin ada yang disidangkan dan berharap, masyarakat bisa patuh dan taat aturan, demi ketertiban dan keindahan Kota Pa­dang. Jika masih ada yan nakal dan main kucung-kucingan, tentu dilakukan tindakan tegas sesuai aturan,” pungkas Deni. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top