Menu

Nasrul Abit akan Beri Kredit Lunak ke Koperasi di Sumbar

  Dibaca : 104 kali
Nasrul Abit akan Beri Kredit Lunak ke Koperasi di Sumbar
BERDIALOG— Calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit berdialog dengan masyarakat saat mengunjungi kantor Albasiko II di Jorong Bangun Rejo, Padang Candung Blok A, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat.

PASBAR, METRO
Koperasi tidak akan sulit berkembang jika dikelola dengan baik. Hal itu dibuktikan oleh Albasiko II. Dari modal Rp100 juta bantuan dari pemerintah pada 2010, koperasi itu kini memiliki aset sebanyak Rp 25 miliar.

Albasiko II mampu berkembang dan membangun anak cabang dengan ribuan anggota mereka saat ini. Hingga mereka dipercaya sebagai lumbung pangan masyarakat. Mereka mampu menyediakan kebutuhan 20 ton beras per bulan.

Karno, perwakilan Albasiko II, menyampaikan bahwa koperasi yang di dalamnya terdapat berbagai etnis itu sudah mengantarkan mereka bertemu dengan Presiden SBY dan Jokowi.

“Ini berkat bantuan dari pemerintah dan dikelola dengan baik. Ke depan tentu kami masih butuh bimbingan dari pemerintah provinsi,” ujar Karno saat Nasrul Abit mengunjungi kantor Albasiko II di Jorong Bangun Rejo, Padang Candung Blok A, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat, Selasa (24/11).

Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, mengatakan, koperasi bisa berkembang jika diberi stimulus dan dikelola dengan baik. “Hadirnya koperasi di tengah masyarakat bisa membantu meningkatkan perekonomian. Jadi, koperasi memang perlu pengelolaan baik seperti yang dilakukan kawan-kawan di Albasiko II,” tuturnya.

Jika menjadi gubernur, kata Nasrul Abit, ia akan mengalokasikan 12 persen dana APBD Sumbar untuk sektor pertanian. Dengan dana itu, pihaknya berencana memberi koperasi kredit lunak.

“Pertanian dan pariwisata menjadi prioritas kami karena dua ini sektor unggulan dan menjadi sumber ekonomi masyarakat,” ucap Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu.

Pemerataan Jaringan
Proses belajar mengajar dalam jaringan (daring/online) sejak pandemi corona mewabah masih dilakukan di Sumatra Barat (Sumbar) hingga kini. Dari belajar daring itu salah satu permasalahan yang kerap muncul ialah ketersediaan jaringan seluler.

Dari data yang dihimpun, setidaknya tercatat 404 titik di provinsi ini yang masih belum tersedia jaringan seluler, apalagi internet. Kasus tersebut menjadi kendala bagi mahasiswa dan pelajar yang harus belajar dari rumah dengan sistem daring. Tak jarang juga, mahasiswa dan pelajar menempuh jarak yang jauh dari rumahnya untuk bisa mendapatkan sinyal internet agar bisa mengikuti proses belajar mengajar.

Hal ini juga menjadi sorotan dan keluh kesah masyarakat ketika calon Wakil Gubernur Sumbar, Indra Catri, melakukan safari politik ke kabupaten dan kota di Sumbar. Ia mengatakan bahwa konektivitas jaringan seluler memang sangat penting, apalagi sebagai salah satu fasilitas pendukung proses belajar mengajar daring.

“Ini memang kerja berat, namun bisa diselesaikan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang,” katanya, Rabu (25/11).

Konektivitas jaringan seluler, kata Indra Catri, juga berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah. Jika akses antardaerah sudah terbuka, koneksi jaringan juga lebih mudah dilakukan. Pemerataan jaringan internet, katanya, menjadi salah satu prioritas utama pihaknya dengan Nasrul Abit jika menang dalam Pilkada Sumbar.

“Pendidikan adalah sektor yang sangat kami perhatikan sebab melalui pendidikanlah terciptanya sumber daya manusia yang unggul untuk membangun daerah ini ke depannya,” tuturnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional