Menu

Nasib Pengusaha Hotel di Tengah Pandemi, Hotel Bintang 1 & 2 di Ujung Tanduk

  Dibaca : 244 kali
Nasib Pengusaha Hotel di Tengah Pandemi, Hotel Bintang 1 & 2 di Ujung Tanduk
BANTUAN KUOTA— Mendikbudristek Nadiem Makarim memastikan bantuan subsidi kuota internet disalurkan mulai September 2021.

AIA PACAH, METRO–Di masa pandemi, nasib pengusaha hotel makin abu-abu. Penularan pandemi membuat nasib mereka tak menentu. Karena bisa saja, ada pelarangan liburan atau mengadakan perte­muan di hotel jika Covid-19 makin menjadi-jadi. Akibat­nya, tingkat okupansi hotel akibat pandemis menurun drastis.

“Nasib kita tergantung kon­disi kasus Covid-19 di tanah air. Kalau  menjadi-jadi, secara otomatis oku­pansi menurun sendiri,” sebut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumbar, Yusran Maulana.

Dijelaskan, salah satu sektor usaha yang ter­dampak cukup berat de­ngan adanya pandemi Co­vid-19 adalah bisnis perho­telan. Sebab selama wabah virus corona, orang-orang diimbau untuk tetap tinggal di rumah dan menghindari bepergian atau keluar ru­mah untuk sesuatu yang ti­dak mendesak.

Selain itu adanya pem­batasan perjalanan, per­syaratan ketat untuk me­nggunakan transportasi umum, hingga terus me­ning­katnya kasus infeksi mem­buat banyak orang juga berpikir dua kali untuk bepergian jauh. Mau tidak mau, para pelaku usaha perhotelan harus memutar otak bagaimana caranya agar bisnisnya bisa terus bernapas di tengah pan­demi.

Menurut Yusran Mau­lana, jumlah kamar yang ada di Sumbar adalah se­ba­nyak 6000 kamar. Se­mentara tingkat okupansi hanya 30 persen saja.

Akibatnya, karena ka­mar banyak yang kosong, pengusaha hotel menu­runkan tarif kamar menjadi lebih murah. Dalam per­saingan tak sehat ini, yang paling memiriskan nasib­nya, menurut Yusran, ada­lah hotel bintang 1 dan 2. Karena hotel bintang 3 dan 5 sudah menurunkan tarif­nya.

“Yang kasihan kita bin­tang 1 dan 2. Mereka ter­naia­ya karena tak ada kunjungan, dan taka da kegiatan dalam jumlah banyak,” tandas Yusran.

Akibat kondisi yang tak menentu ini, sebagian be­sar pengusaha hotel sudah memberhentikan karya­wannya alias PHK. Bahkan yang kontraknya habis, tak diperpanjang lagi. Karena jika tetap dipekerjakan, maka pihak hotel tak sang­gup membayar gaji.

“Kita paham sekali, kon­disi pengusaha hotel se­ka­rang sangat me­miris­kan. Tak jelas. Tapi mau ba­gai­mana lagi. Semuanya tergerus karena virus corona ini. Seperti apapun sosialisasi atau meng­iklan­kan, tapi kalau Covid-19 menjadi-jadi, kita tak bisa berbuat apa-apa. Kun­ju­ngan hotel tetap sepi,” tandas­nya lagi. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional