Close

Napoli 4 VS 1 Liverpool, Kekalahan Terbesar Pertama Sejak 19 Tahun

CETAK GOL-Giovanni Simeone (tengah) sesaat sebelum mencetak gol untuk Napoli dalam pertandingan Liga Champions lawan Liverpool pada 8 September 2022.

Liverpool tidak berdaya saat dicukur di kandang Napoli dengan skor 1-4 dalam match­day ke-1 Liga Champions Grup A di Stadio Diego Armando Maradona pada Kamis (8/8) dini hari WIB.

Liverpool sudah tertinggal tiga gol di babak pertama lewat penalti Piotr Zielinski, Andre-Frank Zambo Anguissa dan Giovanni Simeone. Napoli me­nambah gol lagi lewat Zielinski sebelum Luis Diaz mencetak gol hiburan untuk Liverpool.

Kekalahan ini membuat Liverpool terpuruk di posisi terbawah Grup A dan Napoli di puncak.

Liverpool nyaris kebobolan di menit pertama ketika garis pertahanan mereka yang tinggi ditembus Napoli. Victor Osimhen lolos dari perangkap offside dan tinggal berhadapan dengan Alisson Becker. Beruntung sepa­kan Osimhen masih membentur tiang.

Empat menit kemudian Li­ver­pool dihukum penalti ka­rena James Milner melakukan handball saat menahan se­pakan Matteo Politano dari jarak dekat.

Piotr Zielinski mengeksekusi tendangan penalti dengan baik dan mengecoh Alisson Becker untuk membuat Napoli memimpin 1-0. Gol itu membuat Napoli terus menekan Liverpool dan tak memberikan kesempatan untuk tim tamu mengembangkan per­mainan.

Tekanan itu membuat Liver­pool melakukan blunder lagi yang berujung penalti pada menit ke-18. Kali ini giliran Virgil van Dijk melakukan pelanggaran kepada Osimhen di kotak penalti dan mendapat kartu kuning.

Namun, Osimhen gagal mencetak gol setelah Alisson menepis bola hasil sepakan 12 pas tersebut. Liverpool men­dapat peluang pertamanya empat menit setelah itu lewat Trent Alexander-Arnold. Trent mengeksekusi sepakan bebas yang mengarahkan bola ke pojok atas, tetapi Alex Meret terbang untuk menepisnya.

Gawang Liverpool nyaris bobol lagi pada menit ke-28 saat Joe Gomez melakukan blunder karena bola operannya dipotong Osimhen. Striker Napoli itu berlari menuju ke kotak penalti dan dihadang Alisson, sebelum dioper ke Khvicha Kvaratskhelia di kanannya.

Khvicha Kvaratskhelia ke­mu­dian menembak bola ke gawang, tetapi Van Dijk dengan cepat menghalaunya di garis. Mohamed Salah mendapat kans pertamanya untuk bikin gol usai menerima umpan Trent, meski masih bisa ditepis Meret pada menit ke-30.

Napoli mencetak gol ke­duanya pada menit ke-31. Kvaratskhelia mencuri bola dari Gomez dan langsung menusuk ke kotak penalti. Dia mengoper ke Zambo Anguissa yang mela­kukan umpan 1-2 dengan Zielins­ki sebelum menembak ke pojok gawang yang mengubah skor menjadi 2-0.

Liverpool benar-benar dite­kan habis Napoli dan tidak diberi kesempatan mengembangkan permainan. Van Dijk punya peluang untuk memangkas skor pada menit ke-35, tetapi Meret bisa menepis bola tandukannya.

Napoli membuat Liverpool semakin menderita setelah Gio­vanni Simeone mencetak gol ketiga timnya pada menit ke-45. Kvaratskhelia dengan mudah menaklukkan Gomez dari sisi kanan dan mengirimkan umpan tarik yang disambar Simeone ke gawang Alisson. Napoli menutup babak pertama dengan ke­unggulan 3-0.

Napoli langsung bikin gol keempatnya semenit setelah babak pertama dimulai. Diawali bola sepakannya yang ditepis Alisson, Zielinski dengan cepat merebut bola rebound dan mencungkil melewati hadangan kiper asal Brasil itu Skor menjadi 4-0.

Luis Diaz memangkas skor jadi 1-4 tiga menit kemudian setelah Alex Meret gagal meng­halau bola tembakan meleng­kung pemain Kolombia tersebut. Diaz hampir bikin gol lagi pada menit ke-54 andai saja temba­kannya tidak menyamping di sisi kiri gawang Meret.

Di 30 menit tersisa, Jurgen Klopp memasukkan Darwin Nunez, Thiago Alcantara dan Diogo Jota. Namun, pergantian itu tidak mengubah keadaan. Tidak ada lagi gol tercipta hingga laga Napoli vs Liverpool tuntas.

Bagi sepak bola Inggris, kekalahan Liverpool ini adalah petaka. Sebab, inilah kekalahan terbesar tim Premier League di Liga Champions untuk kali pertama sejak 19 tahun. Atau sejak Arsenal dibantai Inter Milan dengan skor 0-3 pada musim 2003-2004.

“Ini adalah hal yang berat untuk diterima. Tidak susah menjelaskan kekalahan ini jika Anda menonton pertandi­ngan­nya,” ucap manajer Liverpool Juergen Klopp dikutip dari BT Sport.

 “Dengan Alisson sebagai penjaga gawang, rasanya bu­ruk sekali kebobolan tiga gol pada babak pertama. Rasanya kami kehilangan diri kami sendiri. Tiga hari lagi, kami akan bermain melawan Volves (di Anfield). Dan mungkin, jika mereka menonton pertandingan malam ini, mereka tidak akan berhenti menerta­wakan kami,” imbuh pelatih asal Jerman tersebut.

Klopp menambahkan Napoli memang bermain sangat baik. Sedangkan Liverpool tidak. Itu adalah hal paling mendasar yang menjadi alasan mengapa Liver­pool sampai kalah telak.

“Kami harusnya bertahan dengan lebih baik,” keluh Klopp. “Kami tidak benar-benar fokus berada dalam pertandingan ini. Kami tidak kompak baik bertahan atau menyerang. Kami terlalu melebar. Kami berusaha meme­cahkan masalah kami, tetapi kami tidak benar-benar bermain bersama. Kami tidak terkoneksi,” ucap Klopp.

Di sisi lain, Zielinski yang mencetak dua gol dan satu assist terpilih sebagai man of the match dalam laga ini. Pemain asal Polandia tersebut menga­takan bahwa pertandingan ini nyaris berjalan dengan sem­purna.

“Setelah dari sini, kami tidak tahu akan sejauh mana kami melangkah,” ucap Zielinski.

“Selain mencetak dua gol, saya bermain baik. Tetapi di atas semuanya saya bahagia de­ngan penampilan tim kami. Kami bermain baik dan layak me­nang,” kata Zielinski lagi.

Meskipun menang telak, namun Napoli hanya berada di peringkat kedua klasemen se­men­tara Grup A. Napoli berada di bawah Ajax yang pada saat bersamaan membantai klub Skotlandia Rangers dengan skor 4-0 di Johan Cruyff Arena, Amsterdam.

Pada matchday kedua Grup A, Liverpool akan menjamu Ajax di Anfield pada 13 September. Sedangkan pada hari yang sama, Napoli bertandang ke Ibrox Stadium, Glasgow, markas Rangers. (*/rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top