Close

Napi Tewas Tergantung di Sel Pengasingan Kelas IIB Lubuk Basung, Kasus Narkoba dan Sempat Kabur dari Lapas, Tertangkap lagi, Kakinya Ditembak

AGAM,METRO–Seorang narapidana (na­pi) kasus narkoba yang divo­nis lima tahun kurungan pen­jara ditemukan tewas gan­tung diri di dalam sel penga­singan Lembaga Pemasya­rakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Senin (10/1) Sekitar Pukul 06.30 WIB.

Saat ditemukan oleh Sipir yang patroli, napi bernama Syafrizal (34) alias Poron, dalam kondisi leher yang terlilit tali rafia yang diikatkan ke pintu sel pengasingan. Peristiwa itu sontak membuat geger warga binaan di Lapas tersebut.

Pihak Lapas pun selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polres Agam. Polisi bersama tim medis kemudin datang untuk mela­kukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jasad napi yang tewas itu. Hasilnya, napi Syafrizal dipastikan tewas akibat bunuh diri.

GANTUNG DIRI— Narapidana bernama Syafrizal (34) alias Poron yang tewas gantung diri di Lapas Kelas IIB Lubuk Basung.

Kepala Lapas Lubuk Basung, Suroto membenarkan adanya napi yang tewas bunuh diri. Disebutkannya, kejadian itu pertama sekali diketahui oleh petugas melakukan kontrol dan terlihat napi Syafrizal dengan kondisi leher terikat tali plastik yang tergantung di pintu sel.

“Poron ditemukan petugas kontrol tewas gantung diri dengan seutas tali plastik yang diikat dipintu sel pengasingan. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Agam untuk memeriksa penyebab kematian itu, juga dengan Puskesmas Manggopoh. Dari hasil pe­nye­lidikan kuat dugaan korban murni bunuh diri,” katanya.

Dijelaskan Suroto, warga binaan dengan kasus penyalahgunaan narkotika itu ditangkap oleh Polres AGam di Simpang Bodrek, Jorong IV Surabayo, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Jumat (16/4) lalu dan divonis oleh hakim lima tahun kurungan penjara.

“Warga binaan Syafrizal ini sempat melarikan diri dari Lapas dengan cara memanjat pagar pada 28 Agustus 2021. Napi itu ditangkap di Tiku Kecamatan Tanjungmutiara pada Jumat (7/1) dan anggota Po­les Agam sempat menembak betis kiri Paron, akibat berusaha kabur,” ungkap Suroto.

Suroto menambahkan, usai ditangkap lagi, napi Syafrizal yang mengalami luka tembak, kemudian dirawat di RSUD Lubukbasung dan selanjutnya diserahkan ke Lapas Lubukbasung pada  Minggu dini hari (9/1).

“Setelah kita terima, napi itu kita masukan ke dalam sel pengasingan untuk sementara waktu dengan kondisi tangan diborgol plastik seorang diri dalam sel. Rencananya akan dilakukan pemeriksaan pada Senin pagi (10/1) tapi napi itu malah ditemukan sudah tewas gantung diri,” pungkas Suroto. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top