Close

Naik Tajam, Vaksinasi Anak sudah 43,5 Persen di Kota Padang, Kadinkes: 38.458 Anak telah Divaksinasi Covid-19

Illustrasi.

AIA PACAH, METRO–Baru sekitar satu bulan setelah dilakukan pencanangan vaksinasi anak di Kota Padang, realisasi pencapaiannya hingga awal Maret sudah mencapai angka 43,5 persen. Capaian vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun ini diperkirakan akan terus merangkak naik, seiring makin tingginya kesadaran orang tua untuk mengizinkan anaknya untuk disuntik vaksin Covid-19 tersebut.

Selain tingginya kesadaran wali murid, capaian vaksinasi ini juga dibantu dengan sejak diterbitkannya Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang No.421.1/456/DikbudDikdas.03/2022 yang mewajibkan siswa SD di Kota Pa­dang untuk tetap vaksin, bila tak vaksin, anak tak bisa belajar tatap muka di sekolah, memberi efek signifikan terhadap capaian persentase vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Srikurnia Yati, mengatakan untuk jumlah anak yang telah divaksin ialah 38.458 dari sasaran 88.330 anak. Artinya, tersisai 49.872 anak lagi yang belum divaksin.

“Dinkes terus kejar target yang diberikan meskipun wali murid masih tak izinkan anaknya di vaksin. Kita bergerak terus sembari gencar edukasi wali murid di Puskesmas, sekolah sekolah dan lokasi lainnya,” ujar Srikurnia, Kamis (3/3).

Ia mengajak wali murid semua, untuk antarkan anak ke Puskesmas mendapatkan vaksinasi. Jangan ragu, se­bab vaksin itu dapat mencegah penularan virus dan memambah imun tubuh.

Namun begitu lanjutnya, Dinkes Padang tidak menyerah dan terus lakukan penyuluhan ke sekolah sekolah dan Puskesmas yang ada.

“Edukasi dan juga sosialisasi terus dilakukan kepada orang tua murid. Bagaimanapun vaksinasi untuk anak-anak penting untuk kesehatan dan meningkatkan imun anak kita semua. Karena pandemi belum berakhir di tanah air,” ulasnya.

Ia menyampaikan, da­lam pelaksanaan di lapangan kendala yang dihadapi Dinkes tidak ada. Hanya saja sebagian wali murid tidak memberi izin anak-anaknya disuntik vaksin.

“Kita tidak bisa memaksakan agar anak disuntik. Semuanya harus izin dari orang tua. Jika sudah ada surat izin, barulah vaksinasi diberikan,” ulasnya.

PR Kadinkes Baru

Terpisah,  Ketua Komisi IV DPRD Padang, Mastilizal Aye meminta pada Dinkes terus kejar target dan sosialisasi vaksinasi anak  digencarkan.

“Sebagai kepala dinas yang baru dilantik, Buk Srikurnia Yati harus memperlihatkan kinerja yang baik dan harus saling koordinasi. Salah satu pekerjaan rumahnya (PR) adalah vaksinasi anak-anak yang masih digiatkan saat ini,” ujar kader Gerindra ini.

Ia meminta, Dinkes terus ingatkan warga da­lam mematuhi aturan. Di sisi lain, kepada wali murid yang belum memberi izin anaknya untuk divak­sin, Aye mengajak agar orang tua mau membawa anak ke Puskesmas untuk di­vaksin.

“Tidak perlu takut, apa­lagi sampai percaya isu. Bagi yang telah vaksin, tetap patuhi prokes,” tuturnya.

Dijelaskan Aye, pada saat ini anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi Co­vid-19 tidak terpapar oleh Covid-19. Karena, vak­si­nasi memberikan efek lebih kepada peningkatan herd immunity siswa.

Dijelaskan, jika terjadi reaksi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah sesuatu wajar.­ ”Yang jelas, KIPImuncul se­telah vaksinasi jauh lebih ringan dibandingkan ter­kena Covid-19 atau kom­­pli­kasi yang disebabkan Co­vid-19. Orang tua da­pat berkonsultasi dengan ala­mat yang tertera di kartu vaksin jika terjadi gejala lain. Artinya, vaksinasi anak sangat aman. Anak sa­ya sendiri telah mendapat vaksin,” jelasnya.­ ­(ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top