Menu

Naik Pitam Ditantang Berduel, Sekuriti Perumahan Habisi Nyawa Paman dan Ponakan

  Dibaca : 442 kali
Naik Pitam Ditantang Berduel, Sekuriti Perumahan Habisi Nyawa Paman dan Ponakan
JALANI PEMERIKSAAN-Sekuriti Perumahan The Green Mutiara, Asmardi mengenakan baju hitam merah usai menyerahkan diri, menjalani pemeriksaan terkait kasus pembunuhan terhadap paman dan ponakan.

PADANG, METRO–Terpancing emosi lantaran ditandang berduel dan kaca pos pengamanan tempatnya bekerja dirusak, Asmardi (40) jadi gelap mata. Bermodal sebilah pisau yang memang selalu diselipkannya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai sekutiri perumahan mewah ini pun langsung menghabisi nyawa paman dan ponakan yang sudah menantangnya.

Tragedi berdarah itu terjadi di depan pos pengamanan Perumahan The Green Mutiara Rimbo Data, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Selasa (8/9) sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat dihujam pisau secara bertubi-tubi, korban berinisial AJP (38) dan IN (55) yang memiliki hubungan kekerabatan sebagai ponakan dan paman itupun tewas di lokasi kejadian.

Kedua korban yang merupakan warga Rimbo Data, Kelurahan, Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan itu, tergeletak di depan pos pengamanan dengan kondisi bersimbah darah. Sementara, pelaku Asmardi warga Jalan Binuang, Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, sempat berusaha melarikan diri ke Bukittinggi.

Namun, setelah dibujuk bersama pihak keluarganya, pelaku pun akhirnya bersedia menyerahkan diri kepada Polisi di daerah Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, di hari yang sama, sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah itu, pelaku dibawa ke Polsek Lubuk Kilangan untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya yang sudah menghilangkan dua nyawa sekaligus.

Kapolsek Lubuk Kilangan, AKP Edriyan Wiguna mengatakan, motifnya karena korban sering mengejek tersangka. Kemudian mengajak tersangka berkelahi dan korban memecahkan kaca pos pengamanan, maka terjadilah pembunuhan. Korban ini pernah ditegur oleh tersangka untuk tidak berenang di kolam berenang perumahan.

“Kedua korban merupakan masyarakat yang bermukim di sekitar perumahan. Sedangkan tersangka bertugas sebagai sekuriti di perumahan itu. Faktor sakit hati, sehingga terjadi aksi penganiyaan hingga berujung pembunuhan. Tersangka melakukan pembunuhan itu menggunakan pisau,” AKP Edriyan.

AKP Edriyan menjelaskan, awalnya ibu dari korban AJP yakni DR mendapatkan informasi kalau anaknya terlibat perkelahian di depan Pos Satpam Perumahan Green Mutiara. Ibu korban kemudian pergi ke lokasi dan menemukan anak beserta adiknya IN dalam keadaan tergeletak bersimbah darah. Melihat kejadian tersebut DR memberitahukan kepada anggota keluarga lainnya yang selanjutnya salah seorang keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Kilangan.

“Kita bersama SPKT Polresta Padang datang ke lokasi untuk mengamankan TKP dan membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara. Di lokasi, kondisi pos pengamanan dalam kondisi kosong. Kita berusaha mencari dan ditemukan saksi berinisial DD yang juga sekuriti berada di dalam komplek,” ungkap AKP Edriyan.

AKP Edriyan menuturkan, setelah diminta keterangan terhadap saksi, diketahui pelaku penganiayaan ternyata bernama Asmardi yang juga merupakan sekuriti di komplek tersebut. Mendapat informasi itu, pihaknya melakukan upaya penangkapan dengan mendatangi rumah orang tua pelaku dan rumah mertuanya, namun pelaku tidak ditemukan.

“Kita berusaha membujuk keluarganya untuk memberitahukan keberadaan pelaku dan memintanya untuk menyerahkan diri. Ketika kita berusaha meyakinkan keluarga pelaku, tiba-tiba pelaku menelpon salah seorang keluarganya dengan menyatakan akan menyerahkan diri dan menyatakan dirinya saat itu sedang berada di Bukittinggi,” sebut AKP Edriyan Wiguna.

Melalui sambungan telpon kepada pihak keluarga, pelaku meminta kepada keluarga untuk menjemputnya di Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Tim langsung bergerak menuju lokasi yang telah disebutkan pelaku.

“Ketika pelaku turun dari angkutan umum pelaku langsung masuk ke dalam mobil keluarga untuk yang telah ditunggu juga oleh anggota, selanjutnya dibawa ke Polsek Lubuk Kilangan,” ujar AKP Edriyan.

Menurut keterangan pelaku dihadapan penyedik Polsek Lubuk Kilangan, pelaku merasa kalap terhadap korban dikarenakan korban memaki-maki pelaku dan memecahkan kaca pos pengamanan Perumahan Green Mutiara yang kemudian mengajak pelaku berduel.

“Dalam duel tersebut pelaku mengaku mendapatkan sajam dari korban yang mengeluarkannya saat berduel, pelaku yang berhasil merebut sajam tersebut menggunakaannya untuk menusukkan beberapa kali ke tubuh korbannya hingga kedua korban tergeletak bersimbah darah dan pelaku langsung kabur. Kedua korban mengalami luka tusuk di bagian dada dan punggung. Saat ini korban melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar AKP Edriyan.

Namun sambung AKP Edriyan, petugas yang melakukan olah TKP tidak menemukan sajam yang digunakan pelaku yang diakui telah dibuangnya di sekitar lokasi kejadian. Sehingga muncul kecurigaan kalau pisau yang digunakan merupakan milik pelaku bukan milik korban.

“Saat di minta untuk menyebutkan perihal pisau tersebut, akhirnya pelaku mengakui pisau kepunyaannya yang selalu diawa setiap bepergian sebagai alat jaga diri. Pelaku juga menyebutkan sajam tersebut telah Ia buang saat Ia berada di Bukittinggi,”pungkas AKP Edriyan Wiguna. (r)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

  1. Rizky

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional