Close

Naik Kendaraan Pribadi Wajib Antigen, YLKI: Nuansa Bisnisnya Makin Kentara

JAKARTA, MERTRO–Ketua pengurus ha­rian Yayasan Lembaga Kon­­sumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi me­nilai aturan wajib tes antigen bagi pe­ngen­dara ken­­daraan ber­motor pri­badi merupakan kebijakan yang mengada-ada.  Ada­pun dalam SE Menhub Nomor 90/2021 mengatur ketentuan bagi pelaku perjalanan darat dan laut yang menempuh perja­la­nan 250 km, wajib telah di­vaksin dosis per­tama, menunjukkan hasil tes PCR masa berlaku 3×24 jam atau tes antigen yang berlaku 1×24 jam.

“Pada ta­taran im­ple­mentasi kebi­jakan ter­se­but, mengge­likan dan me­ngada-ada. Nuansa bis­nis­nya makin kentara,” kata Tulus ke­pada JPNN.com, Selasa (2/11).  “Wajib antigen bagi penumpang bus juga me­rupakan kebijakan yang nye­leneh. Masa tarif an­tigennya lebih mahal dari­pada tarif busnya,” sam­bung Tulus.

Menurut dia, penga­wasan dan penertiban atu­ran wajib antigen bagi war­ga yang naik kendaraan pri­badi itu nantinya ber­po­tensi menimbulkan keru­munan dan lalu lintas be­ran­takan.  “Jadi, peme­rin­tah tidak boleh main pat­gulipat dong. Setelah wajib PCR bagi pesawat diprotes kanan kiri dan kemudian direduksi menjadi wajib antigen, sekarang antigen mau diwajibkan untuk ran­mor pribadi. Ini namanya absurd policy,” ujar Tulus. (cr1/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top