Menu

Nagari Simpang Sugiran Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Hanyut, Akses 2 Jorong Terputus

  Dibaca : 145 kali
Nagari Simpang Sugiran Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Hanyut, Akses 2 Jorong Terputus
BANJIR BANDANG— Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan meninjau kondisi Nagari Simpang Sugiran usai diterjang bencana banjir bandang.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Hujan deras mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (2/9) jelang magrib, menyebabkan banjir bandang di Jorong Bonca dan Baliak, Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak. Akibatnya, satu jembatan penghubung dua jorong hanyut terbawa derasnya air bah.

“Air Bonda Datuak Amat meluap dan menghanyutkan jembatan penghubung jalan lingkar antara Jorong Bonca dan Baliak. Kemudian ada 3 kolam ikan serta sekitar 10 hektare sawah masyarakat habis dibawa banjir bandang,” sebut tokoh masyarakat sekaligus mantan Wali Nagari Simpang Sugiran, Iswaris Chan, Kamis (3/9) di lokasi bencana.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa akibat musibah itu, namun masyarakat mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah. Di samping, kerugian kolam ikan dan lahan pertanian sawah yang tidak bisa ditanami lagi, puluhan batang pohon kelapa ikut tumbang dihantam banjir Bandang.

Bahkan, bila air besar itu tidak cepat dikendalikan, dipastikan satu unit rumah milik Yopial, bakal dihantam banjir bandang itu. Kini kekhawatiran masyarakat setempat terhadap Surau Jambu yang berada tidak jauh dari aliran Bonda Datuak Amat.

“Kalau kemarin itu tidak cepat dikendalikan masyarakat, maka rumah saya sudah hanis dihantam banjir bandang ini. Dan hanya sampai di kolom ikan yang ada di depan rumah kemudian air membelok ke kiri, kemudian menghancurkan sawah-sawah masyarakat,” sebut Yopial.

Amyusri, masyarakat lainnya yang sawahnya ikut dihanyutkan derasnya banjir bandang menjelang malam itu, menyebut kalau tanah di areal sawahnya itu telah hanyut dibawa derasnya banjir bandang. Meski belum ditanami padi, namun kerugian besanya adalah sudah tidak memiliki sawah di lokasi Jorong Sawah Boncah.

“Harapan kita harus diperbaiki banda Datuak Amat ini. Kemudian diperhatikan bencana seperti ini agar tidak berulang, karena ini sudah yang kedua kalinya terjadi, sebelumnya Desember 2019 lalu dan itu hanya di bagian bawah. Kita juga harapkan kepada pemerintah agar aliran air dibenahi. Karena kalau sudah terjadi bencana kerugian kami besar,” tuturnya berharap.

Dia juga mengatakan, hendaknya upaya yang dilakukan Pemerintah tidak hanya sekedar membersihkan material yang menghalangi air di aliran bonda datuak amat tetapi harus tuntas dengan perbaikan dibagian sisi kiri dan Kanan bonda. “Jangan sekedar disibak-sibak kemudian tidak ada lagi perhatian,” kritiknya.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan yang tiba di lokasi menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa Banjir Bandang ini. Hanya saja, kerugian materi disebabkan putusnya jembatan penghubung masyarakat jorong Boncah dengan jorong Baliak. Kemudian juga kerugian kolom ikan dan hektaran sawah masyarakat.

“Saat ini kita fokus pada penyelamatan terutama akses masyarakat kemudian aliran air agar tidak terhambat. Kemudian kedepan kita meminta ada perbaikan yang tuntas terhadap aliran Sungai ini, agar tidak ada lagi banjir bandang yang berdampak terhadap areal pertanian masyarakat,” sebut Ferizal Ridwan.

Diaampaikan Ferizal Ridwan yang akrab disapa Buya itu, saat ini satu alat berat dan Tim BPBD Limapuluh Kota sudah melakukan evakuasi terehadap tumpukan material dalam aliran bonda batuak amat. “Alat berat sudah bekerja untuk menyingkirkan material seperti runtuhan sisi tebing bonda dan pohon yang tumbang,” pungkas Ferizal Ridwan. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional