Menu

Musim Kemarau Melanda, Waspadai Ancaman Penyakit Diare

  Dibaca : 371 kali
Musim Kemarau Melanda, Waspadai Ancaman Penyakit Diare
ANTRE AIR BERSIH— Warga tengah antre mengambil air dari truk tangki yang dikerahkan oleh BPBD Kota Padang. Sejak musim kemarau ini, sejumlah titik daerah di Kota Padang mengalami kekeringan dan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

SUDIRMAN, METRO
Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) Sumbar mengingatkan ancaman penyakit diare, bagi masyarakat selama musim kemarau ini.

“Kalau di masa peralihan musim hujan ke musim kemarau, yang menjadi ancaman itu menyakit demam berdarah. Namun, jika musim kemaru ini yang perlu diwaspadai ancaman penyakit diare,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, kemarin.

Kenapa penyakit diare? Arry mengungkapkan, faktor penyebab penyakit diare ini, salah satunya adalah kekurangan air. Namun, meskipun demikian, hingga saat ini Dinkes Sumbar menurut Arry belum satu pun menerima laporan adanya masyarakat yang terserang penyakit diare secara massal, akibat kekeringan di musim kemarau ini.

Untuk mengantisipasi serangan penyakit diare terhadap masyarakat di musim kemarau ini, Arry meminta seluruh puskesmas yang ada di seluruh daerah, agar tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. “Kita minta agar seluruh puskesmas jangan lengah dengan kondisi kemarau saat ini. Tetap maksimalkan pelayanan kesehatan,” imbaunya.

Seperti diketahui, warga di Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang mengalami kesulitan air bersih. Kondisi tersebut disebabkan karena mata air di perbukitan dan sumur kering akibat musim kemarau yang terjadi beberapa hari terakhir.

Untuk jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di Kelurahan Batang Arau yakni sekitar 500 KK lebih dari jumlah total KK di Kelurahan Batang Arau sebanyak 1.300 KK.

Di kelurahan ini, sejumlah warga terlihat antre di kamar mandi umum taman dan pedestarian Siti Nurbaya, sambil membawa jeriken, ember, dan baskom, untuk mendapatkan air bersih yang baru saja disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang.

Warga yang mengantre di kamar mandi umum tersebut tidak hanya berasal dari kawasan sekitar tapi juga warga yang tinggal di kawasan perbukitan dimana mereka harus berjalan kaki ke kamar mandi umum sekitar 1 kilometer. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional