Menu

Musim Hujan Datang, Sungai Geringging Rawan Longsor

  Dibaca : 134 kali
Musim Hujan Datang, Sungai Geringging Rawan Longsor
TINJAU JALAN— Babinsa Koramil 08/Sungai Geringging Padangpariaman Serda M Fikri Mulhak meninjau kondisi jalan yang amblas di saat musim penghujan ini.

PDG.PARIAMAN, METRO
Musim penghujan saat ini kondisi geografis wilayah Koramil 08/Sungai Geringging yang berada di ketinggian sangat rentan tanah longsor dan badan jalan yang amblas seperti jalan penghubung di Korong Luhuang, Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging. Babinsa Nagari Kuranji Hulu wilayah Koramil 08/Sungai Geringging Serda Muhammad Fikri Mulhak turun ke lapangan mengecek jalan yang rusak diakibatkan hujan yang berkepanjangan dalam 1 minggu ini menyebabkan amblasnya bahu jalan.

Ia mengatakan, jalan provinsi yang menghubungkan antara Padangpariaman dengan Agam itu terancam putus akibat tingginya debit air yang menghantam lokasi itu ketika hujan lebat.  Setidaknya air hujan terkumpul sepanjang tiga kilometer, sehingga apabila terjadi hujan lebat selokan tidak mampu menampung tingginya debit air dan jalan tersebut terlihat seperti sungai.

Di lokasi jalan amblas pun air tergenang sekitar 50 cm sehingga berakibat pada struktur tanah dan beton penahan jalan tidak mampu menahan tingginya debit air yang menghantamnya. Serda M.fikri Mulhak mengimbau pengendara atau masyarakat untuk berhati – hati melewati jalan di Korong Luhuang. “Jalan yang amblas itu sangat rawan, juga bisa mengancam pengandara yang melewati jalan tersebut,” ujar nya.

Ia berharap sepenuhnya kepada pemerintah provinsi untuk melanjutkan perbaikkan jalan sampai di aspal kembali menangani amblasnya jalan tersebut, sebab jalan itu merupakan akses utama warga baik untuk perekonomian di antaranya perdagangan dan membawa hasil pertanian, maupun menuju pusat pemerintahan dan pusat layanan kesehatan.

 Meskipun terdapat jalan alternatif namun jarak yang ditempuh semakin jauh serta kondisi jalannya tidak representatif seperti akses jalan yang sekarang.  Sementara itu tokoh masyarakat setempat Rinaldi Riyan meminta perhatian pemerintah karena permasalahan tingginya debit air di jalan di daerah tersebut ketika hujan dapat membahayakan pengendara.

 Hal tersebut karena ketika hujan turun, jalan di daerah itu terlihat seperti sungai sehingga tidak jarang kendaraan yang melintasinya mogok dan bahkan pengendaranya jatuh karena tidak bisa menahan kuatnya arus air.  ”Memang ada rencana pemerintah untuk membagi aliran air di jalan sehingga debitnya tidak sebesar sekarang dan memperbaiki lokasi yang amblas karena saat itu sudah memprihatinkan,” pungkasnya. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional