Close

Musholla Darul Iktishom Butuh Uluran Tangan Dermawan

Oleh : Yofialdi

Perkenalkan nama saya Yofialdi, seorang Akuntan yang aktif menjadi Pengurus di Yayasan Rumah Santri Islam Al-Iktishom dengan jabatan Wakil Ketua Yayasan. Saya juga berperan atas kelancaran pembangunan fasilitas Pondok Pesantren Darul Iktishom terutama terkait penggalangan dana pembangunan, sehingga kegiatan belajar santri dapat berjalan dengan baik.

Ponpes Darul Iktishom “Islamic Multimedia Boarding School” didirikan tahun 2018 di atas tanah wakaf yang berada di tengah-tengah kebun sawit Desa Kusau Makmur, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penduduk yang berdomisili di Desa Kusau Makmur mayoritas suku pendatang, yang teIrdiri dari suku Batak, suku Jawa, dan Suku Minang. Kalaupun ada suku asli tempatan hanya sedikit yaitu suku Melayu karena Desa Kusau Makmur merupakan hasil pemekaran dari Desa Senamanenek. Adanya berbagai macam suku yang menempati Desa Kusau Makmur sangat berpengaruh terhadap perbedaan  agama.

Jumlah penduduk Desa Kusau Makmur sebanyak 4.592 jiwa, yang mana terdiri dari 2.365 jiwa laki-laki dan 2.227 jiwa perempuan. Selanjutnya jumlah Kepala Keluarga sebanyak 1.095 KK, setelah diadakan pendataan oleh pihak kecamatan terdapat jumlah keluarga miskin sebanyak 236 KK, sedangkan jumlah penduduk usia produktif sebanyak 4.021 jiwa sedangkan jumlah penduduk pengangguran sebanyak 234 jiwa.  Diharapkan Pesantren dapat memberikan manfaat dakwah secara maksimal di daerah ini.

Dengan 16 orang tenaga pengajar, kini ada total 78 santri & santriwati di Pondok Pesantren kami. Darul Iktishom “Islamic Multimedia Boarding School” dibangun atas dasar keinginan luhur dari para pengurus untuk mewujudkan suatu sistem pendidikan yang berkualitas dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat muslim manapun. Darul Iktishom mempunyai keinginan memiliki generasi penerus dan pelurus yang hafizd Quran & Hadits, menguasai bahasa Arab dan Inggris, menguasai ilmu-ilmu syariat dan menguasai Teknologi Informasi.

Saat ini Ponpes Darul Iktishom belum memiliki fasilitas musholla baik untuk Santri maupun Santriwati. Pelaksanaan sholat berjamaah masih dilaksanakan di lapangan terbuka atau bersempit-sempit di dalam kamar asrama santri. Sementara fungsi musholla sangatlah penting, selain digunakan untuk sholat, musholla juga akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dengan metode halaqah (duduk melingkar sehingga bisa saling berhadapan ketika berkomunikasi) serta tempat santri untuk menghafal Al-Qur’an.

Selama beberapa bulan terakhir kami telah berupaya mengumpulkan dana, namun kebutuhan operasional pondok setiap bulannya cukup besar, seperti membayar gaji guru, upah tenaga masak dan laundry, biaya listrik, dsb. Sementara dari total 78 orang santri, yang mampu membayar SPP setiap bulannya hanya 50% karena sebagian besar santri berasal dari keluarga kurang mampu, rata-rata orang tua santri bekerja sebagai petani sawit dengan upah harian. Keadaan finansial yang kami hadapi saat ini cukup berat, sehingga dana yang tersedia tidak cukup untuk me­lakukan pembangunan musholla santri.

Kami membutuhkan setidak­nya dana sebesar Rp 512.000.000 untuk membangun dua buah musholla, satu musholla khusus untuk santri (putra) dan satu musholla lagi khusus untuk santriwati (putri). Dana yang terkumpul nantinya akan kami gunakan untuk membeli material bangunan sebesar Rp 312.000.000 (satu musholla estimasi biaya bahan Rp 156.000.000) dan biaya upah tukang sebanyak 5 orang untuk kerja 150 hari sebesar Rp 180.000.000 (satu musholla estimasi upah tukang Rp 90.000.000) serta biaya yang tak terduga sekitar Rp 20.­000.000

Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari saudara khususnya para agniya dan pengusaha muslim, agar menyalurkan sadaqah Thalabal ilmu ke Yayasan Rumah Santri Islam Al Iktishom untuk membantu biaya pembangunan musholla santri Darul Iktishom sebagai sarana pendidikan kaderisasi ulama & ilmuwan masa depan yang insya Allah nilainya akan lebih tinggi disisi Allah SWT. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top