Menu

Murid SD Meregang Nyawa Ditabrak Mikrobus

  Dibaca : 498 kali
Murid SD Meregang Nyawa Ditabrak Mikrobus
ILUSTRASI

PASAMAN, METRO – Nyawa NH (8), tidak bisa tertolong lagi. Bocah yang masih mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) 09 Tarung-tarung, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman ini, tewas setelah tubuhnya ditabrak mikrobus PT Family Ceria Group (FCG) BA 7990 DI, Senin (20/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban NH meninggal setelah dilarikan warga ke RSUD Lubuk Sikaping. Kasat Lantas Polres Pasaman Iptu Fion Joni Hayes, mengatakan korban NH tengah melintas di jalan umum Kampung Sungai Manis Tarung-tarung, Kecamatan Rao, atau di depan sekolahnya. Di saat bersamaan, muncul mikrobus PT Family Ceria Group (FCG) yang datang dari arah Tapus menuju Rao dengan kecepatan tinggi.

Mikrobus yang dikemudikan Arman Syarif (39) langsung menabrak korban. “Murid SD ini mengalami patah paha sebelah kiri, kedua lengan korban mengalami luka serius, hingga hidung dan telinga korban mengeluarkan darah. Korban sudah tak sadarkan diri di lokasi kejadian,” ungkap Iptu Fion Joni Hayes.

Korban langsung dilarikan warga ke Puskesmas Rao hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Lubuksikaping. “Korban, warga Kotanopan Setia Langsek tewas di rumah sakit. Pengemudi mikrobus resmi ditahan polisi,” kata Iptu Fion.

Terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Pasaman Nueh, mengaku belum ada mendapat laporan jika salah seorang pelajar SD 09 Tarung-tarung meninggal dunia akibat ditabrak saat pulang sekolah. “Belum ada pihak sekolah melapor, tapi kita sudah dengar ceritanya,” katanya.

Sementara, Kepala SD 09 Tarung-tarung Nikmah, membenarkan kecelakaan yang menimpa salah seorang siswanya terssbut. Saat kejadian berlangsung, kepala sekolah sedang mengikuti pelatihan penguatan kepala sekolah di Lubuksikaping.

“Saya dapat informasi, kecelakaan terjadi ketika korban pulang sekolah, Senin (20/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban terpental setelah ditabrak mikrobus PT Family Ceria Group (FCG). Sebenarnya, satpam sekolah sempat membantu korban untuk menyeberangi jalan.

Akan tetapi entah apa yang memanggil korban, hingga korban memberanikan diri berbalik ke arah sekolah. Disitulah terjadi kecelakaan hingga nyawa korban melayang,” jelas Nikmah.

Nikmah mengungkapkan, jika sekolahnya sudah memakai pagar pengaman lengkap, begitu juga dengan Pos Satpam sekolah. Akan tetapi, menurut Nikmah, Dinas Pendidikan Pasaman seharusnya memberikan pelatihan kepada satpam yang ditugaskan di setiap sekolah. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional