Menu

Murid SD Diculik Karena Orang Tuanya Berhutang

  Dibaca : 438 kali
Murid SD Diculik Karena Orang Tuanya Berhutang
PENCULIK— Polisi mengamankan A alias MU (50) yang diduga melakukan penculikan terhadap AS sejak pekan lalu. Pelaku nekat menculik karena ingin mengambil kembali uang dari ayah korban.

PADANG, METRO – Aksi penculikan terhadap bocah sekolah dasar (SD) yang terjadi di Koto Panjang, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh akhirnya terungkap. Pelaku yang sudah membawa kabur bocah itu selama empat hari ditangkap setelah Polsek Pauh bekerja sama dengan Polres Padangpariaman, Selasa (6/11).

Pelaku yang diketahui berinisial A alias MU (50) ditangkap di depan Pos Lantas, Jalan Raya Padang-Bukittinggi, Padangpariaman sekitar pulul 12.00 WIB. Saat ditangkap, pelaku membonceng korban AS (11) menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna Merah BA 2147 QW.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap motif dari penculikan terhadap korban dilakukan oleh pelaku, karena ayah korban memiliki utang dengan pelaku berupa emas, uang belasan juta dan BPKB sepeda motor. Pelaku nekat menculik korban, sebagai jaminan utang tersebut.

Usai ditangkap Satlantas Polres Padangpariaman, pelaku bersama dengan korban kemudian dijemput olen Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Pauh. Setelah itu, pelaku dibawa ke Polsek Pauh untuk pemeriksaan lanjutan sedangkan korban yang kondisinya dalam keadaan sehat, diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolres Padangpariaman AKBP Rizki Nugroho mengatakan pihaknya memang memangamankan seorang pelaku penculikan terhadap anak dibawah umur. Namun, kasusnya ditangani oleh Polsek Pauh mengingat laporan ibu korban di Polsek tersebut.

”Pelaku saat itu ditangkap ketika anggota Satlantas melakukan razia operasi Zebra. Saat itu anggota sudah mendapatkan informasi kalau ada pelaku penculikan anak yang akan melintas. Saat ditangkap, pelaku membonceng korban menggunakan sepeda motor,” kata Rizki.

Kapolsek Pauh, Kompol Hamidi mengatakan pihaknya sudah menjemput pelaku yang membawa anak di bawah umur tersebut. Pelaku membawa kabur korban menggunakan sepeda motor. Pelaku dibekuk setelah pihaknya melakukan pelacakan terhadap keberadaan pelaku.

”Saat kita ketahui pelaku akan melintas di Padangpariaman, kita langsung berkoordinasi dengan Polres setempat. Pelaku saat ini masih diperiksa penyidik. Pelaku sudah membawa kabur korban selama empat hari. Sedangkan kondisi korban sejauh ini masih dalam keadaan sehat, dan sudah diserahkan kepada orang tuanya,” kata Hamidi.

Hamidi menjelaskan modus pelaku membawa kabur korbannya dengan cara mengajak korban pergi membeli seragam sekolah, dan korban dijemput oleh pelaku diketahui oleh ibu korban. Diketahuinya korban dibawa kabur, setelah pelaku menelepon ibu korban.

”Kejadiannya Sabtu (3/11) Sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku mendatangi tempat kerja korban di Jawa Gadut, Pauh. Pelaku berinisial A alias Mak Uniang mendatangi ibunya dan mengatakan akan membawa korban untuk membeli celana pramuka, dibawa ke Pasar Baru,” jelas Hamidi.

Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, karena korban tidak juga pulang, ibu korban mendatangi Polsek melaporkan anaknya telah dibawa kabur pelaku. Sekitar pukul 20.00 WIB, pelaku kemudian menghubungi ibu korban dan mengatakan kalau anaknya dibawa oleh pelaku ke Lintau.

“Namun, dari hasil penelusuran pelaku berada di rumahnya Jorong Koto Gaek, Nagari Talang, Solok Arosuka. Anggota kemudian melakukan pengejaran, hingga Minggu pagi (4/11), anggota mendatangi kediaman pelaku dan dilakukan penggeledahan namun pelaku sudah kabur,” ungkap Hamidi.

Sempat mengalami kesulitan melacak keberadaan pelaku, Selasa pagi (6/11), petugas kemudian mendapatkan informasi, jika pelaku berada di Ombilin Singkarak dan dalam perjalanan menuju Kota Padangpanjang. Saat itu, polisi berkoordinasi dengan keluarga korban untuk membujuk pelaku agar menyerahkan anaknya.

”Kita suruh ibu korban menghubungi pelaku dan membujuk pelaku. Ibu korban akan membayar utang suaminya itu sebesar Rp20 juta. Saat dicoba mediasi pelaku tetap meminta agar keluarga korban menyerahkan uang Rp30 juta kalau tidak akan dibawa ke Aceh,” ujar Kompol Hamidi.

Hamidi melanjutkan, setelah lokasi pelaku diketahui sedang dalam perjalanan menuju Padangpariaman dan langsung dilakukan penangkapan. Saat ini, pihaknya juga sudah mengamankan barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk membawa kabur korban.

“Terhadap korban sudah dilakukan visum. Kini penyidik masih terus melengkapi berkas perkaranya. Terhadap pelaku akan kita jerat pasal 330 KUBP tentang penculikan terhadap anak dibawah umur dan juga UU perlindungan perlindungan anak,” tuturnya.

Karena Utang
Hamidi mengungkapkan setelah dilakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi, terjadinya aksi penculikan terhadap korban disebabkan adanya utang ayah korban kepada pelaku yang belum dibayar. Meskipun begitu, perbuatan pelaku merupakan tindak pidana.

”Yang berutang ayah korban terhadap pelaku. Namun, ayah korban saat ini sudah lama tidak pulang ke rumah. Informasinya, ayah korban berutang berupa uang Rp12 juta, emas dan BPKB sepeda motor milik pelaku. Pelaku membawa korban agar keluarga korban mau membayar,” ungkapnya Hamidi didampingi Panit II Reskrim Aipda Firmansyah.

Ibu korban, Dewi (32) mengatakan, pelaku datang ke tempatnya bekerja di Jawa Gadut dan pelaku menjemput anaknya dengan alasan membeli celama pramuka di Pasar Baru. Namun, hingga sore pelaku tidak juga membawa anaknya kembali.

”Karena tidak juga pulang, Saya kemudian menelepon pelaku. Tapi, ternyata pelaku meminta saya untuk membayar utang suami saya jika ingin anak saya dikembalikan. Mendapatkan informasi itu saya langsung melaporkannya ke Polsek,” kata Dewi dengan Laporan Polisi, LP/327/K/XI/2018/Sektor Pauh.

Dewi mengungkapkan tidak mengetahui pasti utang suaminya. Pasalnya, suaminya sudah sejak beberapa bulan belakangan tidak pulang ke rumah dan saat ini sedang berada di Jambi. Saat ini, pihaknya menyerahkan proses hukumnya kepada polisi.

”Saya senang anak sudah kembali dan saya sudah berterima kasih kepada polisi. Korban ini merupakan anak pertama saya. Sudah lama kenal dengan pelaku. Selama ini, pelaku memang berteman dengan suami saya dan dulu sering datang ke rumah,” pungkasnya. (rgr/efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional