Menu

Muncak Talua Tewas Terpanggang

  Dibaca : 96 kali
Muncak Talua Tewas Terpanggang
EVAKUASI— Petugas Damkar bersama tim medis mengevakuasi jasad M Nazir alias Muncak Talua yang tewas tepanggang akibat rumahnya mengalami kebakaran.

AGAM,METRO
Nasib tragis dialami oleh seorang kakek yang berusia 80 tahun di Kapecong Jorong Hilalang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek. Ia ditemukan tewas dengan kondisi menggenaskan di bawah tumpukan puing-puing rumahnya yang ludes terbakar, Selasa (13/4) sekitar pukul 00.30 WIB.

Diduga, korban bernama M Nazir (80) tak sempat menyelamatkan diri ketika rumah kayu miliknya itu mengalami kebakaran dan diduga ketiduran. Warga sempat berusaha menyelamatkan korban dari amukan si jago merah itu. Namun, upaya warga tidak membuahkan hasil.

Pasalnya api dengan cepat membesar dan membakar bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu. Jasad korban pun ditemukan setelah petugas Damkar setelah berhasil memadamkan api yang membakar rumah kakek itu. Korban kondisi tubuhnya sudah gosong terbakar dan kemudian dievakuasi lalu dikebumikan malam itu juga.

Kebakaran yang menimbulkan korban jiwa ini dibenarkan Camat Kamang Magek, Rio Eka Putra. Dijelaskannya, korban tinggal di rumah itu sendirian dan tidak memiliki anak atau istri.

“Informasi yang kita terima, rumah itu tidak ada aliran listrik, hanya menggunakan lampu teplok sebagai penerang,” kata Rico, Selasa (13/4).

Dengan begitu, dijelaskan Rico, kuat dugaan kebaran disebabkan oleh lampu teplok atau api tungku, sehingga api dengan cepat membakar rumah milik Nazir yang biasa dipanggil Muncak Talua itu.

“Saat mengetahui api sudah besar, warga berupaya berikan pertolongan pemadaman dengan alat seadanya, karena ini rumah kayu maka api dengan cepat membakar bangunan. Kondisi itu membuat warga kewalahan memadamkan api, sehingga Nazir ikut terbakar bersama rumahnya,” sebut camat.

Disamping itu, kejadian juga dilaporkan kepada pemadam kebakaran, dengan mengerahkan tiga unit armada, tiga unit dari Agam dan satu unit Bukittinggi. Setelah api padam, korban langsung dievakuasi, namun sesuai permintaan pihak keluarga, malam itu juga korban langsung dimakamkan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bukittinggi, Martias Bayu menjelaskan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 00.10 WIB. Ketika itu pihaknya mendapat laporan adanya sebuah rumah kayu terbakar.

“Kami menerima laporan kebakaran terjadi sekitar pukul 00.10 WIB. Objek yang terbakar adalah rumah kayu ukuran 5×7 meter. Rumah tersebut dihuni oleh pemilik rumah seorang petani bernama M Nazir yang turut menjadi korban dalam musibah tersebut,” kata Martias.

Ditambahkan Martias, korban yang sudah berusia lanjut diduga kesulitan menyelamatkan diri akibat api yang menjalar dengan cepat. Sehingga korban terjebak dalam kobaran api yang membakar rumahnya. Sedangkan kerugian akibat kebakaran diperkirakan, sekitar Rp 70 juta.

“Kami menurunkan petugas untuk melakukan pemadaman sampai pukul 01.30 WIB. Untuk korban jiwa satu orang dan sudah dievakuasi dari bawah tumpukan puing-puing untuk dikebumikan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Tilatang Kamang, Iptu Rommy Hendra mengatakan kebakaran tersebut terjadi akibat lampu minyak. Korban tidak memakai listrik di rumahnya dan hanya menggunakan penerangan lampu minyak.

“Penyebab kebakaran berasal dari lampu minyak di bagian belakang rumah yang terbuat dari kayu, dan tidak ada aliran listrik. Korban memang tinggal sendiri di rumah tersebut,” pungkasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional