Menu

Mulyadi Pendaftar Perdana Calon Gubernur Sumbar di Partai Gerindra, Sebelumnya Sudah Didukung PPP

  Dibaca : 122 kali
Mulyadi Pendaftar Perdana Calon Gubernur Sumbar di Partai Gerindra, Sebelumnya Sudah Didukung PPP
MENDAFTAR— Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Ir Mulyadi (kiri) usai mendaftar sebagai bakal calon Gubernur ke Kantor DPD Partai Gerindra Sumbar melakukan salam komando dengan Ketua penjaringan DPD Partai Gerindra Sumbar Syafruddin Putra Datuk Sungguno. (hendra/posmetro)

PADANG, METRO – Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Ir Mulyadi resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (bacalon) Gubernur ke Kantor DPD Partai Gerindra Sumbar, Senin (11/11). Tentunya ini adalah nama yang tidak asing lagi bagi masyarakat Sumbar. Pemegang suara terbanyak dalam Pemilu legislatif 2019 di Sumbar, 145.010 suara.

Kader terbaik Partai Demokrat ini merapat ke Partai Gerindra, tentunya untuk melengkapi kursi Demokrat yang masih kurang tiga untuk mengusung pasangan calon dalam Pilgub 2020 dari 13 kursi yang dibutuhkan. Secara tegas, Mulyadi mendaftar sebagai calon Gubernur, bukan wakil Gubernur.

Penggagas dan pengawal anggaran pembangunan Fly Over Kelok 9 di Limapuluh Kota ini menyebutkan, tentunya dirinya sebagai calon Gubernur yang diusung Partai Demokrat alangkah baiknya juga menjalin silaturahmi dengan partai lain yakni Partai Gerindra yang notabane partai pemenang Pemilu di Sumbar. Dia juga tak riskan, meski Gerindra disebut sudah memiliki calon internal sendiri.

“Dalam politik itu semakin banyak kawan semakin baik. Alhamdulillah saya datang hari ini dan saya menjadi orang pertama yang datang sebagai bakal calon Gubernur yang mendaftar di partai Gerindra. Bahkan dari partai Gerindra sendiri belum ada yang mendaftar untuk calon Gubernur . Insya Allah, Partai Gerindra bisa memberikan apresiasi dan kesempatan kepada saya,” ujarnya kepada awak media usai mendaftar.

Meski Partai Gerindra disebut-sebut sudah punya kader yang akan diusung, Mulyadi tak patah arang. Kematangannya dalam dunia politik tak perlu diragukan, sehingga hatrik (tiga kali) dipilih sebagai wakil rakyat. Dia meyakini, dalam politik tak ada yang tak mungkin.

“Kata kuncinya tidak ada yang tidak mungkin dalam berpolitik, bisa saja kita didukung oleh Partai Gerindra dan partai lainnya.Untuk diketahui, dan saya sampaikan sebelum saya kesini, saya sudah secara resmi didukung oleh PPP Sumbar. Untuk itu silahkan kawan-kawan konfirmasi Ketua DPW PPP Sumbar Pak Hariadi, bahwa beliau atas nama partai mendukung saya sebagai bakal calon Gubernur Sumbar,” ujar putra asli Agam ini.

Seperti diketahui, PPP memiliki empat kursi di DPRD Sumbar dan jika digabung dengan 10 kursi Demokrat, maka pasangan calon sudah bisa didaftarkan. Bahkan melebihi dari cukup.

Dikatakan Mulyadi, dia tidak ingin Pilgub Sumbar menjadi ajang saling bersaing apalagi bermusuhan. “Mari kedepannya membangun Sumbar dengan kerja keras dan kerja cerdas. Mari bersama membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan mendatangkan investor,” sebut anggota Komisi III DPR yang membidangi Hukum ini.

Menurutnya, Sumbar butuh seorang Gubernur yang bisa meningkatkan perekonomian dan bisa menyejahterakan masyarakatnya. Tak hanya itu, seorang Gubernur harus mempunyai kemampuan untuk mencari tambahan anggaran di luar Sumbar jangan hanya mengandalkan APBD saja.

“Sumbar tidak punya uang banyak, jadi seorang Gubernur itu tugasnya harus pandai-pandai mencari investor, juga harus menjemput ke pusat, dengan caranya melobi atau meyakinkan anggota DPR-RI atau Kementerian,” katanya.

Mengingat APBD Sumbar tidak seberapa, Mulyadi berpendapat pembangunan Sumbar ke depan sebaiknya lebih memprioritaskan sektor kepariwisataan, selain itu sektor pertanian juga harus mendapat perhatian khusus. Menjadi Gubernur tujuannya bukan mencari jabatan, tapi pengabdian dan amanah tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Ciri pemimpin yang mengejar jabatan, diantaranya selalu mencari pembenaran terhadap ketidakmampuannya menepati janji. Seharusnya pemimpin yang jujur dan amanah harus berani menyampaikan janji yang tidak dapat dia penuhi,” ungkap pria yang disebut-sebut memenangi sejumlah survei Cagub Sumbar ini.

Sementara itu Ketua penjaringan DPD Partai Gerindra Sumbar Syafruddin Putra Datuk Sungguno mengatakan, batas waktu penjaringan sampai tanggal 15 November 2019. Setelah itu langkah selanjutnya akan dilakukan verifikasi terhadap berkas yang masuk.

“Kita akan melakukan klafikasi mendengarkan visi dan misi. Hasilnya akan diumumkan secepatnya. Pak Mulyadi mendaftar sebagai calon Gubernur perdana. Sebelumnya baru calon-calon wakil Gubernur,” terangnya.

Dikatakan Syafruddin, calon yang telah mendaftar sebagai balon wagub adalah Bupati Agam Indra Catri dan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. “Untuk ketua DPD Gerindra Sumbar, Pak Nasrul Abit dipastikan mendaftar sebagai Balon Cagub Sumbar, beliau telah telepon saya, beliau minta tanggal yang pastinya untuk beliau mendaftar. Ini juga juga menjadi contoh yang baik bahwasanya partai Gerindra adalah partai yang tidak tertutup. Jadi keputusan akhir tetap di DPP Gerindra Pusat,” pungkasnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional