Menu

Mulai Pekan Ini PLN bakal Kunjungi Pelanggan, Khusus yang Mengeluhkan Lonjakan Pembayaran

  Dibaca : 853 kali
Mulai Pekan Ini PLN bakal Kunjungi Pelanggan, Khusus yang Mengeluhkan Lonjakan Pembayaran
TEMU RAMAH— GM PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto melakukan temu ramah dengan media di salah satu hotel di Padang, Senin (8/6) malam.

PADANG, METRO
PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat menjamin tidak akan merugikan pelanggan bila ada terjadi lonjakan tagihan, karena dapat dicocokkan dengan sistem yang ada. Jika memang terdapat selisih, artinya lonjakan bukan faktor pemakaian pelanggan, maka nantinya dapat disesuaikan dengan sistem.

“Kelebihan nantinya tidak akan hilang dan dikembalikan ke pelanggan dalam bentuk di kompensasi ke pembayaran bulan berikutnya,” ujar GM PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto saat temu ramah dengan media di salah satu hotel di Padang, Senin (8/6) malam.

Ia menjelaskan, bahwa PLN ada sistem yang jelas dan cukup transparan. Bila ada kekeliruan, PLN terbuka untuk koreksi data rekening pelanggan. Justru itu, pelanggan yang dikejutkan dengan terjadinya pembayaran berbeda dari bulan-bulan sebelumnya agar mencatat angka pada meteran untuk bisa dicocokkan.

Jadi terangnya, cukup transparan dan pihaknya mengakui ada terjadi lonjakan tagihan sejumlah pelanggan rumah tangga tersebut. Namun, hal itu bukan upaya subsidi silang seperti isu yang beredar di publik melalui media sosial beberapa hari terakhir, dan tarif listrik tidak naik sudah sejak 2017.

“Percayalah hal ini tidak akan merugikan masyarakat. Konsumen yang merasa ada kekeliruan silahkan untuk sampaikan ke petugas PLN pada posko pengaduan,” katanya.

Menurutnya, perlu juga untuk disadari terjadinya lonjakan pembayaran tagihan listrik sejumlah masyarakat, karena selama berlangsung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) aktivitas terfokus di rumah. Kondisi ini tentu berdampak terhadap pemakaian daya listrik rumah tangga sehingga pembayaran pun membengkak.

Ia mengilustrasikan, biasa yang berkerja kantoran selama delapan jam di kantor atau tempat kerja. Begitu pula anak-anak sekolah sehingga penggunaan alat elektronik dan pemakaian listrik berkurang.

“Akan tetapi selama work from home (WFH) bekerja di rumah, belajar di rumah, bagi yang punya AC dan kipas angin atau televisi mungkin saja hidup lebih lama ketimbang matinya. Hal ini sangat berpengaruh atau berkontribusi terhadap pemakaian daya pelanggan,” bebernya.

Senior Manager Niaga dan Layanaan Pelanggan PLN UIW Sumbar, Muhammad Rizki menambahkan, pemakaian daya akan jadi meningkat kalau ada alat elektronik rumah tangga sering hidup mati-hidup mati. Misalnya butuh air dingin atau ngemil sering buka tutup-buka tutup kulkas, kipas angin atau AC saat panas dihidupkan dan setelah dingin matikan lagi.

“Bila berulang kali dalam sehari dilakukan demikian, akibatnya saat tarikan awal akan berpengaruh meningkat pemakaian daya. Ia mengatakan, lonjakan tagihan bisa juga akumulasi dari kekurangan dari pembayaran pada bulan-bulan sebelumnya,” tukas Rizki.

Namun demikian ungkapnya, PLN sudah menyiapkan kebijakan untuk tagihan pelanggan yang besar dari sebelumnya. Pola yang disiapkan, pelanggan hanya membayar 40 persen pada tagihan Juli, misalnya sisi atau lonjakan pemakaian Rp 100 ribu, maka dapat dicicil sampai tiga bulan ke depan.

Kebijakan lain, katanya, PLN UIW Sumbar sudah ada posko-pokso pengaduan di unit-unit pelayanan pelanggan, silahkan untuk menyampaikan informasi keluhan. Selain itu, mulai pekan ini, PLN UIW Sumbar sudah merancang program kunjungan atau sapa pelanggan, khusus yang mengeluhkan terjadi lonjakan pembayaran tersebut. “Tujuannya adalah untuk mencocokkan data pemakaian daya dan sekaligus melakukan edukasi terhadap pelanggan,” sebutnya. (ade)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional