Menu

Mulai Berlaku Hari ini, Wako Padang Perintahkan Kerja di Rumah 100 Persen

  Dibaca : 121 kali
Mulai Berlaku Hari ini, Wako Padang Perintahkan Kerja di Rumah 100 Persen
Hendri Septa Wali Kota Padang

SAWAHAN, METRO–Wali Kota Padang Hen­dri Septa memerin­tahkan semua instansi-instasi non esensial untuk mene­rapkan kerja di ru­mah atau work from home  (WFH) 100 persen. Tak ada yang boleh bekerja dan ber­aktifitas di luar rumah.

“Kepada semua warga kita beritahukan bahwa seluruh kegiatan perkan­toran non esensial diwajib­kan melakukan work from home 100 persen atau kerja di rumah mulai Selasa (13/7),” ungkap Wali Kota Pa­dang Hendri, Senin (12/7).

Aturan ini berlaku  di perkantoran pemerintahan dan swasta sektor non esensial. Sementara itu, perkantoran sektor esen­sial, seluruh karyawan te­tap bekerja seperti biasa dengan menerapkan 50 persen WFH. “Bagi sektor esensial memberlakukan WFH 50 persen,” sebut Hendri Septa.

Dijelaskan Wali Kota Padang, WFH bagi perkan­toran dilakukan mulai 13 hingga 20 Juli 2021. Bagi perkantoran non esensial yang tidak menerapkan WFH 100 persen kepada karyawan atau pega­wai­nya akan dikenai sanksi. Sanksi tersebut sudah ter­tuang ke dalam Perda No­mor 1 Tahun 2021.

“Sanksi tersebut sudah tertuang jelas di Perda Nomor 1 Tahun 2021,” ujar walikota.

Adapun kantor yang boleh buka dengan aturan 50 WFH adalah sektor esen­­sial meliputi lembaga ke­uangan dan perbankan, pasar modal, sistem pem­ba­yaran, teknologi, infor­masi dan komunikasi, per­hotelan, nonpenanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Untuk diketahui Peme­rintah Kota Padang, resmi menerapkan Pem­berla­kuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat. Kebijakan itu akan berlaku mulai Senin (12/7) hingga 20 Juli 2021. Selama PPKM darurat, seluruh ke­gia­tan perkantoran non esen­sial wajib kerja dari rumah. Kecuali, sektor ke­se­hatan, keamanan dan logis­tik,

Hendri Septa mene­gas­kan, selama PPKM Darurat diberlakukan, akan ada posko penyekatan di selu­ruh pintu perbatasan. Akan dijaga selama 24 jam oleh petugas gabungan diantaranya, TNI, Polri, Satpol PP dan dinas lain­nya.

Bagi warga yang ingin masuk ke Kota Padang, diwajibkan menunjukkan kartu vaksin minimal vak­sin pertama dan hasil rapid antigen dengan hasil ne­gatif.

Menurut Hendri Septa, lokasi posko penyekatan itu akan dibuat di enam titik yakni, Padang-Solok, Pa­dang-Pesisir Selatan, Pa­dang-Pariaman (Bypass), Padang-Pariaman (Lubuk Buaya), Pelabuhan Bungus dan Pelabuhan Muara. (*/tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional