Menu

MUI: Tutup Warung Sup Anjing!

  Dibaca : 2034 kali
MUI: Tutup Warung Sup Anjing!
Mahyeldi-Audy saat debat Pilgub Sumbar.

Sup Anjing

PADANG, METRO–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar Syamsul Bahri Khatib menyayangkan, jika ada penjualan penjualan sup anjing di sebuah warung di kawasan Kelurahan Parupuak Tabing. Menurut dia, jika keberadaan warung sudah membuat warga resah, karena adanya pembakaran binatang anjing yang dijadikan sup, tentu perlu tindakan antisipasi dari pihak terkait. Sehingga tidak berujung dengan adanya kekacauan di tengah masyarakat.

”Kita menyayangkan hal ini bisa terjadi. Mengingat lokasi tersebut adalah komplek perumahan orang muslim. Jika dibiarkan dan benar adanya dikhawatirkan bisa menciptakan ketidakrukunan, padahal dimana-dimana orang selalu berusaha menciptakan kerukunan antara umat beragama,” ungkap Syambul Bahri, kepada POSMETRO, Jumat (21/8).

Dikatakan, sebaiknya warung tersebut ditutup, mengingat kehadirannya sudah sangat meresahkan warga. Apalagi ada laporan jika bau dari warung sudah menyengat dan mengganggu kenyamanan  warga. ”Jika mereka tetap ingin berjualan silahkan di lokasi yang sejenis dan jangan di dekat kompleks perumahan,” ujarnya.

Ketua MUI ini berharap ada peranan pemerintah dalam menangani permasalahan ini, karena ini adalah permasalahan umat. Dan yang paling mengkhwatirkan adalah gawat ini bisa merusak kesatuan yang terbentuk karena kerukunan yang sudah terbina selama ini. Kita berharap ada tindakan cepat yang dilakukan Pemko Padang,” tutupnya.

Sementara anggota DPRD Padang dari PKB Iswandi Muchtar, mengatakan bahwa ini terlepas dari isu SARA, keberadaan warung tersebut sudah meresahkan masyarakat. ”Jika memang tetap ingin berjualan, silahkan namun di lokasi yang tepat. Selain itu pemerintah terendah seperti, ketua RT, ketua RW, lurah dan LPM harus cepat mengadakan pendekatan kepada warga dan pemilik warung. Sehingga didapat jalan keluar terbaik,” urainya.

Sebelumnya, warga Kompleks Wisma Indah VII, Kelurahan Parupuak Tabing, resah. Sejak beberapa waktu terakhir, ada warung dengan menu utama sup anjing mulai beroperasi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Keluhan ini disampaikan warga yang meminta namanya disamarkan. Melalui pesan singkatnya yang juga diterima POSMETRO, Kamis (20/8), warga ini mengatakan bahwa, ada warung nasi sup anjing buka dari pagi hingga malam dengan intensitas tiga kali bakar anjing setiap hari. Mulai dari jam 07.00 WIB,  jam 11.00 WIB dan jam 18.00 WIB.

Di samping mengeluarkan bau yang menyengat akibat pembakaran anjing, di sekitar lokasi juga ditemui tulang-tulang anjing berserakan. Begini bunyi sms yang diterima POSMETRO.

”Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat Bp Mahyeldi Wako Padang. Ayo Kerja!!. Kami warga Kompleks Ws Indah 7 Tabing dan warga RT 08 melapor kepada bp. Di lingkungan kami ada satu keluarga yang membuka warung nasi/nasi sup anjing  yang buka dari pagi sampai malam. Skrg intensitasnya 3x bakar anjing mulai pagi jam 7, siang jam 11 dan sore jam 18.00 Wib, maaf pak wako. Bau bakar anjing itu sangat menyengat hidung mual dan muntah, tulang dan bangkai  anjing berserakan.”

Tidak hanya menjajakan sup anjing, dalam SMS itu juga disebutkan jika di dalam warung ada menjual tuak. Warga berharap warung nasi sup anjing sekaligus kedai tuak itu bisa segera ditutup karena tidak diinginkan oleh warga. ”Mohon ditertibkan/ditutup warung masakan anjing itu sebelum hal-hal yang tak diingini terjadi di masyarakat”. Begitu isi lanjutan SMS.

Kepala Sat Pol PP Padang Firdaus Ilyas saat dikonfirmasi, kemarin meminta pada warga yang ada sekitar lokasi agar mendudukkan masalah tersebut kepada ketua RT, ketua RW, LPM dan tokoh masyarakat lainnya. Sehingga bisa dicari jalan keluar terbaik. ”Silahkan bicarakan dulu dengan RT, RW atau LPM. Cari solusi terbaiknya,” kata Firdaus. (cr8)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional