Close

MUI Bengkulu Nonaktifkan 2 Pengurus yang Terlibat Terorisme

Ketua MUI Kota Bengkulu Yul Khamra

BENGKULU, METRO–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu mengambil kebijakan cepat, terkait sengakarut hukum yang melilit dua pengurusnya. Kebijakan tersebut yakni, menonaktifkan dua pengurusnya, yaitu RH dan CA yang beberapa hari lalu ditangkap oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Ketua MUI Kota Beng­kulu Yul Khamra di Bengkulu, mengatakan bahwa CA sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa, sedangkan RH menjabat sebagai Wakil Ketua I yang membidangi Komisi Fatwa MUI Bengkulu.

“Penonaktifan tersebut dilakukan mengingat keduanya telah ditetapkan tersangka oleh Mabes Polri beberapa waktu lalu,” kata Khamra di Bengkulu Minggu (13/2).

Ia mengaku terkejut dengan ditangkapnya kedua anggota MUI tersebut, sebab keduanya merupakan anggota aktif di MUI sejak 2005 lalu.

Bahkan RH pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal serta merupakan dosen bahasa Arab di salah satu universitas swasta di Provinsi Bengkulu.

“Kami tidak tahu latar belakang beliau, yang kami tahu beliau sebagai juru dakwah,” ujarnya.

Menurut Khamra, pihaknya tidak menaruh kecurigaan terhadap keduanya karena dalam keseharian mereka bergaul seperti biasa.

Sebelumnya, RH di­tang­­kap Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama dua rekannya yaitu CA di Kelurahan Sidomulyo, Ko­ta Bengkulu, dan M di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Ketiganya diketahui ter­gabung dalam kelompok jaringan teroris Ja­maah Islamiyah (JI) Beng­kulu dan telah bersumpah bersumpah setia pada kelompok teroris JI sejak ta­hun 1999. (jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top