Menu

Muhammad Kece Ditangkap di Tempat Persembunyiannya di Bali

  Dibaca : 70 kali
Muhammad Kece Ditangkap di Tempat Persembunyiannya di Bali
JELASKAN—Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono jelaskan pada wartawan penangkapan Muhammad Kece, Rabu (25/8) di Bali.

JAKARTA, METRO–Polisi akhirnya menangkap YouTuber Muhammad Kece. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan Muhammad Kece, ter­sang­ka penistaan agama, itu ditangkap di tem­pat persembunyiannya di Bali. “Tersangka MK ditangkap di tempat persembunyiannya,” kata Brigjen Rusdi dalam konferensi pers di Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8).

Brigjen Rusdi mengatakan penangkapan terhadap Muhammad Kece dilakukan pada Selasa (24/8) sekitar pukul 19.39 Wita. Muham­mad Kece ditangkap di Kampung Banjar Untal-Untal, Desa Ulang, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Polri telah menye­mat­kan status tersangka kepada Muhammad Kece.

Menurut Brigjen Rusdi, sejak video ber­muatan penistaan agama viral di masyarakat, Muhammad Kece tidak muncul memberikan klarifikasi, sehingga Polri memburu kebe­radaannya yang terdeteksi di Bali.

 “Dilihat dari peristiwa setelah muncul di masyarakat tidak ada upaya yang ber­sangkutan untuk bisa mengklarifikasi terhadap masalah ini ke penyidik. Jadi, penyidik lakukan penangkapan di tempat persembunyiannya,” kata Rusdi.

Saat ini, lanjut Rusdi, penyidik dalam upaya membawa Muhammad Kece dari Bali ke Bareskrim Mabes Polri Jakarta untuk peme­rik­saan, diperkirakan tiba pukul 17.00 WIB.

Dalam perkara ini, penyidik telah memiliki bukti awal berupa video unggahan Muhammad Kece yang bermuatan penodaan agama. Selain itu penyidik telah memeriksa saksi pelapor dan saksi ahli terdiri atas saksi ahli bahasa, ahli IT dan ahli agama Islam.

 “Tentunya bukti unggahan M Kece di YouTube dan keterangan saksi ahli dan pelapor menjadi alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik,” kata Rusdi. Tersangka

Muhammad Kece, kata Rusdi, disangkakan dengan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45 a Ayat 2, dan dapat juga dijerat dengan peraturan lainnya yang relevan yakni Pasal 156 a KUHP tentang Penodaan Agama. “Ancaman pidana­nya bisa enam tahun penjara,” kata Brigjen Rus­di Hartono. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional