Close

Mudik Lokal Dipastikan Tak Dilarang

PADANG, METRO
Polda Sumbar memastikan tidak melakukan penyekatan bagi pemudik lokal yang keluar masuk suatu daerah atau antar kabupaten/kota dalam provinsi. Namun, penyekatan terhadap pemudik hanya dilakukan di perbatasan Sumbar dengan provinsi tetangga.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengatakan, meski tidak ada penyekatan untuk mudik lokal atau pembelakuan larangan mudik lokal, pihaknya mengimbau agar saat lebaran Idul Fitri 1442 H tahun ini tidak melakukan mudik.

“Karena kan masih pandemi Covid-19, apalagi diketahui juga terdapat peningkatan kasus positif Covid-19 tersebut. Untuk itu kita imbau masyarakat tidak melakukan mudik lokal,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu, Minggu (9/5).

Dijelaskan Kombes Pol Sastake Bayu, pada nsuatu sisi pihaknya hanya meminta kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan tidak melakukan kerumunan.

“Mmasyarakat mematuhi aturan tersebut jika melakukan mudik lokal. Sedangkan mudik luar provinsi, diminta untuk tidak dilaksanakan karena akan disekat. Berkait dengan mudik ini kita mengharapkan warga Sumbar untuk menginformasikan keluar di luar Sumbar untuk tidak melakukan mudik,” ujarnya.

Dikatakan Kombes Pol Satake Bayu, untuk masyarakat yang hendak masuk ke Provinsi Sumbar dari luar, pihaknya telah menyiapkan 10 Pos Penyekatan. Sehingga tidak ada mobilitas yang masuk maupun ke luar Provinsi untuk mudik.

“Yang di perbatasan (provinsi) itu nanti disuruh putar balik oleh petugas. Begitupun jalur tikus (alternatif) juga ada petugas yang menjaganya. Kita pastikan tidak akan ada pemudik yang lolos dari penjagaan kita,” terang Kombes Pol Satake Bayu.

Tempat Wisata Ditutup
Kapolda Sumbar Irjen Toni Harmanto menegaskan, seluruh objek wisata di daerah itu ditutup saat libur Idul Fitri 1442 Hijriah. Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Kita pastikan semua tempat wisata di Sumbar ini kita tutup saat Lebaran. Untuk memastikan hal itu, sejumlah personel bakal diturunkan melakukan pengawasan,” kata Kapolda Toni Harmanto di Padang, Sabtu (8/5).

Toni mengungkapkan sebelumnya pihaknya telah melakukan hal yang sama saat libur tahun baru dan Imlek. Keputusan penutupan objek wisata Sumbar ketika itu berjalan dengan baik. “Bisa dilihat tahun baru dan Imlek kemarin, saya tutup. Makanya kita tutup, bisa dibuktikan waktu itu,” tegasnya.

Pemprov Sumbar Keluarkan SE Mudik Lokal
Sementara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 08/Ed/GSB-2021 yang salah satunya mengatur soal mobilitas masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan mudik lokal lebaran 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Dalam SE yang ditandatangani oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah itu, Pemprov Sumbar memperbolehkan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan mudik antar kabupaten/kota di Sumbar.

Meski diperbolehkan, Pemprov Sumbar mengatur ketentuan untuk masyarakat yang akan mudik lebaran dengan SE tersebut, salah satunya harus tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.

Selain itu, dalam SE tersebut, Pemprov Sumbar juga mengatur kapasitas jumlah penumpang kendaraan yang akan melaksanakan mudik lebaran, yaitu kendaraan dari daerah zona merah dan oranye hanya diperbolehkan mengisi kapasitas tempat duduk paling banyak 50 persen.

“Dari daerah zona kuning dapat mengisi tempat duduk paling banyak 70 persen dan dari daerah hijau dapat mengisi tempat duduk sesuai jumlah kapasitas yang ada. Hal ini bertujuan agar kasus Covid-19 tidak meningkat tajam pasca lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi dimaksud,” sebagaimana yang tertulis dalam SE tersebut. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top