Menu

Mudik Dilarang, Perbatasan Dijaga 30 Polisi

  Dibaca : 94 kali
Mudik Dilarang, Perbatasan Dijaga 30 Polisi
RAKOR—Rapat koordinasi Pemkab Sijunjung dan Polres lintas sektoral dalam melaksanakan Operasi Ketupat Singgalang menghadapi mudik Lebaran 1442 H.

SIJUNJUNG, METRO
Menjelangan dimulainya pelaksanaan operasi Ketupat Singgalang tahun 2021 di Wilkum Polres Sijunjung, rapat kordinasi lintas sektoral digelar. Pertemuan itu diadakan untuk membahas segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan operasi berlangsung.. Rakor lintas sektoral itu dipimpin Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan dan dihadiri Bupati Sijunjung Benny Dwifa, Dandim 0310/SS Letkol inf Endik Hendra Sandi, Sekda Zefnihan serta jajaran OPD yang terlibat dilingkungan Pemkab Sijunjung.

Selain terkait Operasi Ketupat, pertemuan itu juga membahas posko penyekatan yang terletak di Kamang Baru, yang berbatas langsung dengan Kabupaten Kuansing, Riau. Posko penyekatan akan mulai diaktifkan dalam beberapa hari kedepan, sebelum waktu pelarangan mudik diberlakukan yaitu tanggal 6-17 Mei.

Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan melalui Kasubag Humas Akp Nasrul Nurdin menjelaskan, rakor lintas sektoral dilakukan karena dalam operasi yang digelar melibatkan banyak pihak. “Jadi ada dua kegiatan yang dipersiapkan yaitu operasi ketupat dan pos penyekatan di batas provinsi. Untuk Ops Ketupat kita menyediakan dua posko, dan itu melibatkan personel gabungan,” ujar Nasrul, Selasa (24/4).

Pada posko Ops Ketupat akan terdiri dari personel Polri, TNI, Medis, Satpol PP, BPBD dan Dishub. “Satu posko berada di Kamang Baru dan satu lagi di Tanjung Ampalu, Koto VII. Operasi Ketupat akan dimulai pada tanggal 6-17 Mei mendatang,” papar Nasrul.

Sedangkan terkait posko penyekatan, Nasrul Nurdin mengatakan akan melibatkan anggota dari satuan Brimob. “Jadi ada tahapan, sekarang masa penyekatan di perbatasan provinsi sudah dimulai. Tapi pelarangannya akan berlangsung pada 6-17 Mei, pada waktu tersebut penjagaan akan melibatkan sebanyak 30 orang personel dari Satuan Brimob Polda Sumbar setiap harinya,” ungkap Nasrul.

Menurutnya, Operasi Ketupat Singgalang tahun 2021 ini lebih kepada pengamanan didalam daerah saja. “Jadi kita fokus pada pengamanan didalam saja. Karena mudik dilarang sehingga arus lalu lintas dan momen perayaan Idul Fitri fokus didalam daerah saja,” sebut Nasrul.

Pelarangan mudik di tahun ini bertujuan untuk mengantisipasi penambahan dan penyebaran baru kasus positif Covid-19 di Sumbar. Peningkatan jumlah kasus di dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga di khawatirkan penambahan kasus terus terjadi dalam jumlah yang lebih tinggi. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional