Menu

Muaro jadi Lautan Sampah, Mairizon: Masih Sulit Mengubah Kebiasaan Warga

  Dibaca : 172 kali
Muaro jadi Lautan Sampah, Mairizon: Masih Sulit Mengubah Kebiasaan Warga
SAMPAH-SAMPAH PLASTIK— Petugas kebersihan dari DLH Kota Padang rutin setiap hari membersihkan tumpukan sampah-sampah plastik di kawasan Muaro, Batang Arau. Sampah ini dari hulu sungai oleh warga yang masih belum memiliki kesadaran dalam membuang sampah.

MUARO, METRO–Setiap hari, kawasan Muaro, Batang Arau selalu menjadi tempat penum­pukan sampah sebelum masuk ke laut. Sampah-sampah itu dihanyutkan dari hulu sungai oleh war­ga yang masih belum me­miliki kesadaran dalam mem­buang sampah.

Pantauan POSMETRO, tumpukan-tumpukan sam­pah yang didominasi sam­pah plastik itu dibawa arus air dan akhirnya menepi di tepian sepanjang Batang Arau arah ke Muaro.

Tak hanya sampah, ka­wa­san yang saat ini se­dang direncanakan untuk dija­dikan kawasan objek wi­sata Marina ini juga diper­parah dengan ke­beradaan bangkai-bang­kai kapal.

Sabananyo kawasan Mua­ro iko rancak mah. Pas dicaliak dari jembatan Siti Nurbaya, yo rancak. Tapi kalau dicaliak dari dakek, kironyo banyak sampah dan baun pulo,” tandas Eri (36), salah  seorang warga, Selasa (29/6).

Menurutnya, kalau sam­pah tak hanyut lagi dan air sungai Batang Arau bening, tentu akan mem­berikan daya tarik yang luar biasa untuk orang datang ke sana.

Oyon (42), warga lain­nya, juga berharap ada pro­gram pemerintah untuk segera mengubah kawa­san itu menjadi lebih bersih dan indah. Bahkan kalau perlu di sana dilengkapi dengan arena permainan air yang menyenangkan bagi pengunjung.

“Kalau rutin diber­sih­kan dan diberi wahana per­mainan, pasti bagus,” ujar Oyon.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon me­nga­takan, tiap hari petu­gas­nya selalu memungut sampah dari kawasan se­pan­jang Batang Arau Mua­ro dengan kapal khusus. Sampah-sampah itu dihanyutkan air dari hilir sungai yang bermuara ke Batang Arau.

Hingga saat ini, terang Mairizon lagi, pihaknya masih berupaya membe­rikan penyadaran pada warga agar tidak lagi mem­buang sampah ke sungai. Salah satunya adalah so­sia­lisasi dan menempel sti­ker-stiker larangan di ru­mah-rumah. Namun usaha itupun belum sepenuhnya mampu memberikan pe­nya­daran pada warga Kota Padang.

“Mengubah kebiasaan warga yang sudah ber­tahun-tahun itu memang sulit. Tapi kita terus ber­upaya memberikan penya­da­ran,” lugasnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional