Menu

MTQN XXVIII Ditutup, Tuan Rumah Sukses dan Juara Umum, Jalan Kemenangan Menatap Masa Depan

  Dibaca : 229 kali
MTQN XXVIII Ditutup, Tuan Rumah Sukses dan Juara Umum, Jalan Kemenangan Menatap Masa Depan
Grup Saandiko dari Kota Bukittinggi tampil memukau di acara penutupan MTQN XXVIII di Sumbar.

Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVIII yang digelar di Sumbar dimanfaatkan untuk menunjukkan kebudayaan-kebudayaan Minangkabau yang begitu kental dengan nilai-nilai islami. Seperti pembukaan MTQN di Main Stadium Sikabu, Padangpariaman, Sabtu (4/11) lalu diisi oleh tarian kolosal bertajuk “Syahadat Mengangkat Harkat.” Saat penutupan, sebuah kreasi tak kalah heroiknya juga ditampilkan, Jumat (20/11) di pelataran belakang Masjid Raya Sumbar, Kota Padang.

Sebuah perpaduan musik Minang, religi, tarian dan lagu-lagu ditampilkan dalam sajian epic berjudul “Jalan Kemenangan” karya Sanggar Saandiko dari Kota Bukittinggi dengan komposer Edi Elmitos. Karya yang ditampilkan adalah perpaduan kebudayaan Minangkabau dan nilai-nilai islami yang terjadi di era teknologi yang maju pesat seperti saat ini.

Pesannya adalah, semua perkembangan harus dapat disikapi dengan arif dan bijaksana. Untuk mewujudkan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Persembahan penutupan itu dianggap sebagai bagian dari upaya membuat semua elemen bangsa bisa tetap optimistis menatap masa depan yang lebih baik.

Perhelatan penutupan MTQN tetap berlangsung khusuk meski gerimis mendera Kota Padang malam itu. Turut hadir Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid, beberapa anggota DPR RI, Gubernur Sumbar Prof Irwan Prayitno dan seluruh peserta MTQ Nasional 32 provinsi.

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin yang menutup secara virtual acara mengatakan, MTQ strategis untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul karena mengajak masyarakat menjadi dekat dengan Al Quran. “MTQ juga memiliki nilai strategis bagi umat Islam untuk lebih memahami kitab suci Al Quran,” kata Kiyai Ma’ruf yang bergantian dengan Presiden RI Joko Widodo yang membuka acara.

Dalam MTQ terdapat kompetisi peserta di berbagai nomor lomba seperti hafalan, bacaan, seni baca/langgam, pemahaman, seni kaligrafi, tafsir dan lainnya. Tujuan dari lomba itu salah satunya untuk membumikan Al Quran melalui ajang bergengsi. Wapres mengatakan di antara tujuan Allah menurunkan Al Quran adalah menjadikan kitab suci itu menjadi pedoman umat manusia dan menjadi landasan berpikir dalam keseharian umat manusia. Jika dipahami dengan benar maka kehidupan akan harmonis karena menuntun pada rahmat alam semesta. “Hal itu dapat dilakukan jika Al Quran dipahami dengan benar. Al Quran tidak cukup dibaca tapi juga dipahami dan diamalkan,” katanya.

Dalam memahami Al Quran, kata dia, sebaiknya tidak hanya secara harfiah saja tetapi mengerti konteks ayat dan sosial sebab turunnya Al Quran. Dengan metodologi itu Al Quran bisa dipahami secara dinamis dengan kontekstual dan sumber yang benar.

Ma’ruf menekankan pentingnya memahami Al Quran tidak hanya melalui terjemahannya saja tetapi dengan instrumen bahasa Arab secara mendalam agar mengetahui konteks ayat. “Untuk memahami Al Quran, masyarakat yang tidak bisa berbahasa Arab memang bisa memahami melalui terjemahannya. Namun demikian, sifat terjemahan hanya membantu tidak bisa memberi pemahaman seutuhnya, terutama ayat-ayat yang bisa menimbulkan berbagai penafsiran atau perbedaan pendapat,” kata dia.

Sumbar Juara Umum
Sumbar ditetapkan sebagai Juara Umum MTQ, setelah menempatkan sejumlah anggota kontingennya menjadi yang terbaik di nomor-nomor yang diperlombakan. Dalam rangkaian acara penutupan MTQN Sumbar menjadi yang terbaik diikuti berurutan juara dua dari DKI Jakarta dan juara tiga dari Jawa Timur.

Gubernur Sumbar Prof Irwan Prayitno mengaku, malam penutupan MTQ Nasional 2020 merupakan malam spesial. Profesor yang mahir berpantun ini tak kuasa menyembunyikan perasaan bangganya lantaran Kafilah Sumbar berhasil mendapatkan juara umum, setelah bersaing ketat dengan juara bertahan Provinsi DKI Jakarta.

“Malam ini malam istimewa. Malam yang membuat kita bahagia. Selamat kepada para pemenang. Semoga Allah memberkahi. Selamat kepada yang mendapatkan 10 besar,” ucap Irwan.

Bagi Irwan, menjadi juara umum merupakan rekor pecah telor bagi provinsinya. Hal ini juga menjadi kado mengesankan di akhir jabatan periode keduanya sebagai Gubernur. “Semoga ini menjadi kenangan buat semuanya. Terutama buat saya yang akhir Februari 2021 nanti sudah tidak menjadi Gubernur,” ucapnya melakukan penyerahan bendera pataka MTQ Nasional kepada Gubernur Kalimantan Selatan yang akan menjadi tuan rumah pada MTQ Nasional selanjutnya 2022.

Penetapan ini berdasarkan jumlah poin yang dikumpulkan dari banyaknya perolehan medali pada masing-masing cabang dan golongan. Keputusan Dewan Hakim tentang Juara Umum dan Peraih Peringkat 10 Besar ini dibacakan saat penutupan oleh Ketua Dewan Hakim, Prof. Dr. H. M. Roem Rowi, MA.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti merasa puas dengan pembukaan dan penutupan MTQ ke-28 di Sumbar. Apalagi, dua acara yang melibatkan banyak komunitas baik seni dan filem dapat berjalan lancar. Dia berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menuntaskan persiapan acara pembukaan dan penutupan ini.

Dinas Kebudayaan Sumbar melibatkan 16 komunitas seni pertunjukan dan film (12 komunitas seni dan 4 komunitas film) dilibatkan dalam kegiatan MTQ, baik di pembukaan dan penutupan. “Alhamdulillah, acara berjalan baik dan Sumbar menjadi juara umum,” katanya. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional