Menu

MPP sudah Terbitkan 1.507 Perizinan

  Dibaca : 530 kali
MPP sudah Terbitkan 1.507 Perizinan
BAHAS INVESTASI— DPMPTSP mengadakan diskusi membahas peningkatan investasi di Kota Padang, Rabu (23/12).

AIAPACAH, METRO
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kota Padang mengadakan diskusi dengan beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna membahas peningkatan investasi di Kota Padang. Diskusi tersebut dilangsungkan di salah satu restoran di Kota Padang, Rabu (23/12).

Diantara yang menjadi topik hangat dalam diskusi tersebut ialah, investasi, pelayanan perizinan dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Padang. Asisten Administrasi Umum, Didi Aryadi mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang sangat menyambut baik dengan digelarnya diskusi kali ini. “Semoga dengan adanya diskusi ini akan menambah wawasan serta mendapatkan ide-ide kreatif untuk kemajuan investasi di Kota Padang ke depan,” tukasnya.

Didi menjelaskan, Kota Padang memiliki kesamaan dengan seluruh kota-kota di Indonesia yaitunya sama-sama membutuhkan investor dari luar daerah untuk menggerakkan roda perekenomian masyarakat. Maka dari Pemko Padang perlu melakukan upaya-upaya untuk menarik investor ke Kota Padang.

“Secara geografis, Kota Padang punya daerah pantai, pegunungan dan wilayah sungai. Dan itu semua berada dalam wilayah administratif. Tinggal bagaimana kita lagi memaksimalkan promosi untuk mendorong masuknya investasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTS Kota Padang, Corri Saidan mengatakan, selama tahun 2020 DPMPTSP merencanakan dan melaksanakan beberapa kegiatan untuk mendukung peningkatan investasi di Kota Padang. Antara lain, promosi, pembinaan, pengendalian dan pengawasan penanaman modal, menyiapkan regulasi, pengembangan aplikasi perizinan, peningkatan kapasitas SDM dan peningkatan mal pelayanan publik (MPP).

“Alhamdulillah dari upaya yang kita lakukan tersebut, sekaitan dengan pelayanan perizinan dari Januari sampai 22 Desember 2020, jumlah izin yang masuk melalui MPP berjumlah 1.826, dan sudah diterbitkan izinnya 1.507 atau 83 persen,” sebutnya.

Corri menambahkan, untuk memudahkan pelayanan perizinan berusaha DPMPTSP Kota Padang sudah didukung dengan aplikasi seperti OSS (online single submission) dan Sapo Rancak. “Ke depan kita akan gunakan SIMBG dan Sicantik Cloud sambil menunggu OSS berbasis resiko dari pemerintah,” sebutnya.

Tenaga Ahli dan Akademisi, Afridian Wirahadi Ahmad mengatakan, bahwa dalam menarik investasi ke Kota Padang yang perlu dilakukan adalah meningkatkan iklim investasi. Iklim investasi terbagi atas tiga macam yakni, keamanan berinvestasi, kepastian hukum bagi investor dan efesiensi kepengurusan izin berusaha.

“Kebanyakan investor malas berinvestasi adalah karena kurangnya keamanan, kemudian ketidakpastian hukum dan kemudahan izin berusaha. Disinilah kekurangan bangsa Indonesia sehingga banyak investor banyak lari dari Indonesia. Maka itulah hadir undang-undang cipta kerja atau yang kita kenal dengan Omni Bus Law,” ungkapnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional