Menu

Moulevey: Ekonomi Terpuruk, Wako Padang Harus Fokus

  Dibaca : 273 kali
Moulevey: Ekonomi Terpuruk, Wako Padang Harus Fokus
Braditi Moulevey

PADANG, METRO
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Braditi Moulevey menyebutkan, pandemi virus corona membuat semua lini hancur, terutama sektor UMKM yang selama ini menopang perekonomian Sumbar, termasuk Kota Padang. Wali Kota Padang dan semua pihak diminta fokus untuk mengembalikan sektor UMKM agar angka pengangguran dan kemiskinan tak terus meningkat.

“Saat kehidupan new normal, banyak masyarakat yang terdampak virus Covid-19 kelabakan. Selain diminta untuk tetap mengikuti protokeler kesehatan, sebagian masyarakat mengalami kesusahan akibat imbas dari di PHK atau dirumahkan, dan juga menurunnya pendapatan di berbagai sektor usaha. Seperti usaha pariwisata, perhotelan, UMKM maupun sektor lainnya,” kata mantan Ketua BPC HIPMI Kota Padang ini.

Kata Moulevey, dari data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, jumlah pekerja pariwisata yang dirumahkan sampai saat ini ada 3.571 orang. Dan itu belum lagi dari pekerja di bidang lain yang mengalami nasib yang sama. Seperti guide, penjual souvenir dan lainnya. Jumlahnya bisa saja mencapai 5.000-an.

“Menurunnya daya beli masyarakat akibat dampak dari semakin banyaknya perusahaan atau usaha yang gulung tikar, dikarenakan sudah tidak sanggup lagi untuk menanggung beban operasional yang semakin membesar. Tapi berbanding terbalik dengan pendapatan yang semakin menurun, diakibatkan rendahnya daya beli masayarakat saat ini,” katanya.

Di sisi lain, katanya, juga ada UMKM yang mati suri karena tidak diaktifkannya sekolah seperti biasa. Akibatnya, banyak pedagang, maupun UMKM yang akhirnya harus gulung tikar, karena tidak ada pembeli lagi, anak sekolah.

“Ini harus menjadi perhatian khusus oleh Pemko Padang, maupun pemerintah Provinsi Sumbar. Saya berharap Bapak Mahyeldi jangan hanya sibuk keliling Sumatera Barat untuk menceramah dan mensosialisasikan sebagai Calon Gubernur, sehingga lupa akan tanggung jawab sebagai Wali Kota Padang,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa warga Kota Padang saat ini butuh kehadiran Wali Kota untuk memberikan solusi dan rasa aman serta tanggung jawab bapak sebagai pemimpin di Kota Padang ini. “Segeralah dicarikan solusi untuk memulihkan kembali pertumbuhan ekonomi Kota Padang yang diprediksi pada tahun ini hanya tumbuh 2 persen, jauh menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 4 persen,” katanya.

Dia meminta wako mengajak berdiskusi pelaku-pelaku usaha di Kota Padang untuk mengambil keputusan yang terbaik dan segera memulihkan perekonomian di Kota Padang. “Pak Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang untuk segera membenahi perekonomian Padang. Jalin komunikasi dengan semua pihak untuk kepentingan warga Kota Padang, jangan hanya komunikasi untuk kepentingan politik saja,” kata Wasekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Mirisnya, sebutnya diprediksi peningkatan angka kemiskinan di Sumbar mencapai dua persen. Sebab, sektor UMKM dan pariwisata ketika pandemi tidak beroperasi. “Kami dengar angka kemiskinan paling maksimal bertambah tujuh atau delapan persen. Jadi kemungkinan pertambangan dua persen. Paling tinggi katanya di Kota Padang,” sebutnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional