Menu

Motor Dibawa Kabur, Cewek Ditusuk Tiga Lubang

  Dibaca : 476 kali
Motor Dibawa Kabur, Cewek Ditusuk Tiga Lubang
BEGAL DITANGKAP—Begal sadis berinisial ID (25) dirawat di RS Bhayangkara usai ditembak Tim Gagak Hitam Satreskrim Polres Padangpariaman.

PADANG, METRO
Aksi para begal nampaknya semakin sadis saja. Tak ada rasa belas kasihan meski korbannya perempuan. Seperti yang terjadi di Korong Tandikek Asli, Nagari Tandikek Utara, Kecamatan Patamuan, Padangpariaman, seorang perempuan yang juga masih pejalajar SMK dipukuli dan ditusuk tiga lobang menggunakan pisau lalu mencekiknya. Setelah itu, barang-barang korban dibawa kabur.

Pelaku yang mengira korban bernama Dika Anatasya (18) itu sudah tewas, ternyata masih hidup. Setelah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, beberapa hari kemudian, pelaku akhirnya tertangkap Tim Gagak Hitam Polres Padang Pariaman. Polisi terpaksa melakukan penembakan karena pelaku berusaha melarikan diri.

Penangkapan terhadap pelaku berinisial ID (25) ini pun berlangsung dramatis di tempat persembunyiannya di kawasan Banda Luruih Aia Pacah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (14/7) sekitar pukul 22.30 WIB. Pasalnya, pelaku sempat berusaha kabur dari sergapan petugas hingga akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas.

Usai dilumpuhkan, pelaku yang biasanya berjualan sate di daerah Berok Lapai Kota Padang itu, kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumbar untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari penangkapan pelaku ID, petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap pelaku berinisial EBM (34) yang berdomisili di Kecamatan Naggalo yang berperan sebagai penadah hasil begal pelaku ID.

Sebelumnya, kejadian berawal saat pelaku mengajak korban pergi jalan-jalan, (Jumat 11/7), pelaku meminta korban menjemputnya di Simpang Lapai. Di tengah perjalanannya, pelaku mengatakan kepada korban ia ingin bertemu dengan abangnya di Jembatan Fly Over.

Ternyata sesampai di Jembatan Fly Over, pelaku tidak berhenti dan mengatakan abangnya ternyata berada di Pariaman. Pelaku meneruskan perjalanan membawa korban ke arah pariaman.

Sekitar pukul 00.30 WIB pelaku dan korban sampai di Tandikek Utara. Pelaku pura-pura buang air kecil dan mengeluarkan pisau belati dari saku sebelah kanan. Tanpa berfikir apapun pelaku langsung menusuk korban sebanyak 3(tiga) kali.

Pelaku juga memukul tubuh korban bertubi-tubi. Setelah itu pelaku mencekik leher dan langsung menghempaskan tubuh korban ke tanah. Dalam keadaan terjatuh, pelaku kembali mencekik leher korban sampai korban pingsan dan tak sadarkan diri.

Pelaku yang menyangka korban sudah mati, lalu pelaku melarikan diri membawa sepeda motor, handphone, dan uang korban Rp 350 ribu. Pergi menuju Lapai (kontrakannya) untuk mengambil baju. Setelah itu, langsung pergi ke rumah mertuanya di Banda Luruih, Aia Pacah, Kecamatan kuranji. Di tempat itu Pelaku bersembunyi selama 5 hari.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Abdul Kadir Jailani lebih menjelaskan, pihak berhasil menangkap pelaku dari hasil penyelidikan. Pihaknya mendapat informasi pelaku kabur ke rumah mertuanya di Kota Padang. Namun saat tim datang, pelaku tidak berada di lokasi.

“Kami sampai di rumah mertua pelaku tempat persembunyiannya ternyata yang bersangkutan pergi keluar mengunakan motor kecepatan tinggi. Salah seorang anggota standby dan mengendap di belakang rumah menunggu,” kata AKP Abdul, Selasa (14/7).

Ditambahkan AKP Abdul, tak butuh waktu lama, kemudian pelaku diketahui kembali ke kediaman mertuanya. Tim Gagak Hitam Polres Padang Pariaman yang dipimpin langsung oleh Abdul saat penangkapan, melakukan pengepungan.

“Saat itu pelaku berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan. Pelaku hendak kabur melompat jendela, tapi kami berhasil membekuk pelaku. Tapi pelaku terus melakukan perlawanan dan tidak mengakui perbuatannya,” ujarnya.

AKP Abdul mengungkapkan, pihaknya kemudian membawa pelaku. Saat dalam perjalanan untuk melakukan pengembangan, pelaku kembali berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil melarikan diri melewati pintu belakang sebelah kiri mobil.

“Kami dengan sigap melakukan penembakan peringatan sebanyak dua kali. Namun pelaku tetap tidak mengindahkan dan terus berusaha kabur. Kami memutuskan untuk melakukan tindakan tegas terukur,” jelas AKP Abdul.

Ditegaskan AKP Abdul, tindakan tegas terukur yang dilakukan Tim Gagak Hitam Polres Padang Pariaman itu berupa dua kali tembakan yang tepat mengenai kaki kanan pelaku. Pelarian berkahir dan pelaku menyerah serta dapat diamankan.

“Pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk mendapatkan penanganan medis. Dari interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan aksi begal terhadap remaja perempuan tersebut,” ujar AKP Abdul.

Dari hasil pemeriksaan, dikatakan AKP Abdul, barang berharga korban yang dirampas berupa sepeda motor dan dua unit handhpone, ternyata dijual oleh seorang rekannya yang berstatus sebagai penadah. Diketahui, pelaku penadah berinisial EBM (34) yang berdomisili di Kecamatan Naggalo, Kota Padang.

Abdul mengungkapkan, pihaknya kemudian melakukan pengembangan terhadap pelaku penadah. Penangkapan pun dilakukan di kediaman pelaku pada malam itu juga.

“Kami berhasil mengamankan pelaku EBM sekitar pukul 00.50 WIB. Berdasarkan interogasi pelaku mengakui menerima sepeda motor dari pelaku utama. Dan ternyata, sepeda motor itu kembali di jual kepada seseorang,” jelas Abdul.

Menurut Abdul, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait pelaku penadahan lainnya. Untuk identifikasi sudah diketahui dan sekarang masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Selanjutnya, pelaku utama dan penadah kami bawa ke Polres Padang Pariaman. Saat ini pelaku telah mendekam di sel tahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tuturnya. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional