Close

MotoGP Malaysia, Pesta Juara Bagnaia Tertunda

JUARA— Francesco Bagnaia memenangi balapan di GP Malaysia namun belum menyegel gelar juara dunia.

Francesco Bagnaia men­catatkan kemenangan ketujuh musim ini pada MotoGP Malaysia, di Sirkuit Sepang, Minggu (23/10). Namun, pesta juaranya ditunda oleh kegigihan Fabio Quartararo.

Sebelum balapan dimulai, mereka yang terafiliasi dengan Red Bull berbaris di trek. Mereka memberi aplaus selama satu menit untuk pendiri Red Bull, mendiang Dietrich Mateschitz, yang baru saja wafat.

Hingga lap pemanasan, trek relatif kering tapi diprediksi akan turun hujan. Perubahan cuaca ini membuat beberapa tim terutama yang memperebutkan gelar, sangat cemas.

Jorge Martin menunjukkan start bagus dan Bagnaia berhasil menyusup dari sisi luar ke posisi kedua setelah menyalip Marc Marquez yang memulai dari grid ketiga dan Enea Bastianini. Sementara, Fabio Quar­tararo maju ke urutan keenam.

Pembalap Yamaha Factory Racing itu pun melewati Joan Mir sehingga maju ke P5. Menurut manajer tim, Massimo Meregalli, Quartararo bertekad mengupayakan yang terbaik meski sedikir rumit karena balapan dari baris keempat.

Memasuki lap ketiga, Franco Morbidelli mampu menyodok ke peringkat keenam di belakang rekan setimnya. Sedangkan, rider VR46 Racing, Luca Martini, yang start dari baris kedua, harus retire untuk pertama kali dalam kariernya di MotoGP. Front ride height device terkunci.

Pada lap keempat, tiga pe­nunggang Ducati seolah membuat liga sendiri dengan selisih 1,849 dari Marquez. Berbeda dengan saat kualifikasi, pemba­lap Repsol Honda itu tampak kesulitan menggeber RC213V.

Setelah lap kelima, Quartararo menyalip Marquez dan me­ninggalkan juara dunia MotoGP enam kali itu. Gap dengan Bastianini sudah terlalu jauh yakni 2,506 detik.

Pengganti Takaaki Nakagami, Tetsuta Nagashima crash di Tikungan 9 di lap keenam. Sementara, Marquez berusaha menjauhi ancaman dari duo Suzuki, Mir dan Alex Rins.

Jorge Martin mengalami crash di lap ketujuh padahal sudah unggul lebih dari dua detik dari Bagnaia. Ini seolah jadi sinyal kalau pembalap Italia itu tinggal sedikit lagi juara.

Duel tinggal menyisakan an­tara dua pilar Ducati untuk MotoGP 2023, Bagnaia dan Bastianini. Sementara, Quartararo terpaut 2,7 detik dari rider Gresini Racing. Terlihat kalau mesin Yamaha tak bisa menyaingi Ducati.

Sebelum balapan, manajer Ducati, Davide Tardozzi, mengisyaratkan kalau suasana dalam garasi santai. Apalagi kalau ba­lapan digelar di trek kering. Ia yakin Bagnaia dan Jack Miller bisa bersaing untuk podium. Ia juga menegaskan kalau Pecco dalam kondisi tak terlalu tertekan. Cerita akan berbeda jika hujan turun di tengah lomba.

Marquez turun di peringkat keenam, di belakang Marco Bezzecchi dan Joan Mir. The Baby Alien mengakui balapan di Se­pang selalu menantang dari sisi fisik karena tidak cocok dengan karakternya.

Pada lap 11, Bastianini akhir­nya berhasil menyalip Bagnaia di Tikungan 4. Nasib buruk dialami Darryn Binder yang mengalami crash.

Quartararo mengurangi gap dengan Pecco hingga 2,3 detik tapi di sisi lain, gap dengan Bezzecchi yang ada di belakangnya tinggal 0,389 detik.

Bagnaia berhasil mengambil alih posisi pertama pada Tiku­ngan 15 di lap ke-14.  Persaingan kedua pembalap itu membuat petinggi skuad Ducati sangat tegang dan melakukan diskusi intens.

Quartararo memangkas se­lisih hingga 1,6 detik di belakang La Bestia pada sisa lima lap. Tiga lap terakhir, Joan Mir terjatu dan menghilangkan asa Suzuki da­pat poin besar dari dua pembalap­nya.

Pada lap terakhir, Bastianini mencoba mencuri kemenangan dari Bagnaia. Namun, upaya tersebut gagal, Peringkat kedua membuat pembalap 24 tahun tersebut naik ke peringkat ketiga dengan perolehan 211 poin, sama seperti Aleix Espargaro. Rider Aprilia yang start ke-300 tersebut mengakhiri lomba di urutan ke-10.

Morbidelli menubruk Espargaro dan akan diinvestigasi oleh Race Direction. Meski harus menunggu hingga seri pamungkas di Valencia, Ducati dapat hadiah hiburan berupa juara tim 2022. (*/rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top