Menu

Monumen Korban Gempa yang Terlupa, Sampah Berserak, Bau tak Sedap Menguap

  Dibaca : 65 kali
Monumen Korban Gempa yang Terlupa, Sampah Berserak, Bau tak Sedap Menguap
MONUMEN GEMPA— Kondisi Monumen Korban Gempa 30 September di Jalan Bundo Kanduang yang terabaikan. Bau pesing selalu menguar di lokasi ini, dan masih banyak dijumpai sampah-sampah. (elia novika/posmetro)

BD.KANDUANG, METRO – Kondisi Monumen Korban Gempa 30 September 2009 di Jalan Bundo Kanduang, Kota Padang saat ini seakan sudah terlupa. Monumen yang diresmikan 30 September 2010 itu, baru akan diingat ketika peringatan gempa setiap tahun.

Sekarang, monumen ini sepertinya tak terawat. Bau tak sedap selalu menguar di lokasi monumen. Pantauan POSMETRO, di balik Monumen Korban Gempa 30 September, banyak terdapat sampah bekas makanan. Ditambah aroma yang kurang sedap menambah kesan kurang nyaman saat berdiri di dekat monumen.

Padahal, sudah ada terpajang papan bertanda “Dilarang Kencing Disini”. Namun, masih ada saja yang kencing di sana sehingga menimbulkan bau.
Rahman (38) pengendara Gojek yang sering mangkal di Monumen Korban Gempa mengatakan, setiap malam di sekitaran monumen selalau ramai. Banyak anak muda nongkrong di sekitaran taman.

“Kita berharap ada kesadaran masyarakat yang berkunjung di monumen sekitar Taman Melati ini agar menjaga kebersihan. Dan berharap pemerintah menambah petugas untuk menjaga kebersihan di taman ini,” jelas Rahman, Jumat (20/9).

Hal yang sama disampaikan Riko, pedagang kaki lima (PKL) yang sering berjualan di Taman Melati. Para wisatawan banyak berkunjung di Monumen Korban Gempa, terutama saat hari libur. Sayangnya, kondisi monumen sangat bau membuat pengunjung tidak nyaman.

“Selain bau kencing di sekitaran monumen tugu gempa, sampah juga berserakan di belakang monumen. Kita berharap ada perhatian dari pemerintah tentang bau kencing di monumen ini,” tukasnya.

Kelvin, pengunjung Monumen Korban Gempa, mengatakan, yang tau sejarah berdirinya monumen gempa adalah untuk mengenang gempa besar yang terjadi pada 2009 lalu, yang memakan korban banyak di Kota Padang.

“Saat ini kondisi monumen gempa bau nya busuk karena banyak orang yang kencing disana, berharap ada perhatian pemerintah untuk menjaga dan merawat salah satu monumen penting itu,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Edi Hasymi mengatakan perawatan tugu gempa memang dilakukan BPBD. Dan, banyaknya sampah berserakan, dalam waktu dekat akan dibersihkan.

“Soal bau kencing di lokasi tugu gempa juga akan kita bereskan nanti. Kita meminta kesadaran warga untuk tak buang hajat dan buang sampah di sana, ini demi kenyamanan pengunjung dan mewujudkan lokasi yang bersih,” paparnya.

“Untuk perawatan tugu diusahakan berkelanjutan. Ini agar terlihat bagus dan bau yang tak sedap tidak lagi tercium. BPBD Padang juga akan siap mengawasi secara rutin di lapangan,” pungkasnya. (e/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional