Menu

Momen Peringatan HANI 2021, BNNP Sumbar Minta Semua Pihak Konsisten Perangi Narkoba

  Dibaca : 117 kali
Momen Peringatan HANI 2021, BNNP Sumbar Minta Semua Pihak Konsisten Perangi Narkoba
UPACARA—Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin bersama Forkopimda mengikuti upacara peringatan HANI 2021 di UPI Convention Center.

PADANG, METRO–Di momen peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Kepala Ba­dan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat Brigjen Pol Khasril meminta seluruh pihak a­gar konsisten memerangi narkoba karena sudah masuk hingga ke desa-desa.

“Tidak ada desa di Indonesia yang tidak terpapar narkoba. Ini harus jadi perhatian bersama dan kita harus konsisten dalam menghadapinya. Pembe­rantasan peredaran gelap narkoba sendiri sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bersama dengan pemberantasan korupsi,” kata Brigjen Pol Khasril usai upacara HANI 2021 di UPI Convention , Senin (28/6).

Sementara untuk Sumbar, dijelakan Brigjen Pol Khasril, masih menjadi jalur perlintasan masuk narkoba seperti sabu-sabu masuk dari Pekanbaru Pro­vinsi Riau yang masuk melalui Kabupaten Lima­puluh Kota. Sedangkan Ganja masuk dari Aceh dan Sumatra Utara melalui Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

“Salah satu upaya yang dilakukan untuk pemb­e­ran­tasan narkoba adalah sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan baik oleh pemerintah, swasta, tokoh adat, agama dan masya­rakat. Saat ini warga yang terpapar narkoba mencapai 1,7 persen dari total penduduk. Ini tentu angka yang besar,” ungkapnya.

Selain itu, dikatakan Brigjen Pol Khasril, pengawasan juga terus dilakukan di wilayah perbatasan untuk mempersempit jalur mereka masuk. Salah satu kendala yang dihadapi adalah luasnya wilayah perbatasan serta banyak jalur masuk yang digunakan.

“Mereka masuk jalur darat, jika ketat mereka bisa masuk dari pelabuhan-pelabuhan kecil atau jalan tikus. Jika pengawasan ketat dan seluruh warga memiliki pemahaman bahaya narkoba akan mampu menekan angka peredaran. Kita terus berupaya menekan peredaran gelap nar­koba di Sumbar,” ujarnya.

Menurut Brigjen Pol Khas­ril, pengawasan harus dilaksanakan secara konsisten dan berkolaborasi. Semuanya, bukan hanya BNN tapi semuanya, pemerintah, swasta, dan ma­syarakat ikut mengawal sehingga angka penyalahgunaan narkoba di Sumbar bisa kita tekan sampai serendah-rendahnya.

“Melalui program Pen­cegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4­GN), kita juga secara masif melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada para generasi muda di Sumbar. Program ini bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi, instansi pendidikan, dan pihak swasta. Tugasnya memberikan sosialisasi. Kalau ada ditemukan korban penyalahgunaan narkoba, akan diarahkan untuk konsultasi di klinik dan Tim BNN akan datang ke sana,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy menyebutkan bahaya narkotika mesti harus disosialisasikan sejak dini.  Wilayah Sumbar saat ini dikepung dalam peredaran narkotika berasal dari provinsi tetangga.

“Memang harus di ting­kat sekolah menengah per­­tama dan menengah atas harus ada mengajarkan tentang bahaya narkoba. Hasil diskusi dengan BNNP dan Polda Sumbar, banyak narkotika masuk melalui jalur lintas su­ma­tra. Maka itu perlu sinergitas seluruh elemen bagai­mana menanggulangi nar­koba,” kata Audy.

Dijelaskan Audy, memang masih ada kekurangan yang harus diperkuat seperti personel, pengecekan dan sebagainya. Sebagai upaya pemberantasan narkoba, pihaknya telah mengusulkan untuk pengecekan dari lingkungan internal jajaran pemerintah provinsi.

“Apakah lingkungan Pem­prov sudah bebas narkoba belum, ini yang kita coba rencanakan.  Artinya, kalau dari internal kita bisa dikontrol, Insyallah kita bisa kontrol dari luar yang lebih sulit lagi. Kita mesti bahu membahu bekerja sama TNI-Polri. Sumbar merupakan pintu dari segala penjuru,” sambung Audy.

Ia berharap dengan a­danya kampung tageh dapat mengaplikasikan sesuatu terkait pencegahan dan pendidikan tentang bahaya narkoba. Meskipun kampung tageh fokus dalam penanggulangan covid-19.

“Kita sebenarnya ada nagari tageh, tageh itu kan sebenarnya tidak hanya fokus kesehatan tapi semua. Masalah ekonomi, sosial, budaya, adat dan narkoba sebenarnya bisa singkron,” tuturnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional