Close

Mobil Pikap Terciduk Bawa 56 Jeriken Berisi Solar di Pasaman Barat , Dibeli di SPBU lalu Dijual lagi Harga Tinggi

SELEWENGKAN BBM— Dua pelaku yang kedapatan membawa puluhan jeriken berisi BBM bersubsidi jenis Solar diamankan di Mapolres Pasbar.

PASBAR, METRO–Mobil pikap Daihatsu GranMax yang membawa pu­luhan jeriken berisi BBM ber­subsidi jenis Solar ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat (Pasbar) saat melintas di daerah Muara Talang, Kecamatan Ranah Batahan, Kamis (8/9/) sekitar pukul 19.10 WIB.

Dalam penangkapan itu, petugas juga menangkap dua orang berinisial NF (39) dan SR (27) yang sama-samsa warga Air Balam Jorong Kampung Randah, Nagari Parit, Keca­matan Koto Balingka, Pasbar. Diduga, kedua pelaku akan menjual Solar yang dibelinya dari SPBU ke luar wilayah Pasbar dengan harga yang lebih tinggi.

Kapolres Pasaman Barat AKBP M Aries Purwanto me­nga­takan, penangkapan terhadap kedua pelaku berawal pe­tugas melakukan patroli di wilayah Ranah Bantahan. Saat itu, petugas mendapat laporan bahwa adanya pe­nyalahgunaan BBM ber­subsidi jenis Bio Solar di Muara Talang Kecamatan Ranah Batahan.

“Sesampai di daerah Muara Talang, petugas mendapat informasi ada sebuah mobil pikap warna putih mengangkut puluhan jerigen yang diduga be­risikan BBM bersubsidi jenis Bio Solar. BBM ilegal itu ditutupi dengan terpal warna oranye,” kata AKBP Aries, Jumat (9/9).

Ditegaskan AKBP Aries, tim langsung melakukan penyergapan kendaraan tersebut di Muara Talang dan mengamankan kedua tersangka beserta puluhan jeriken yang berisikan BBM jenis Bio Solar.

“Kami berhasil me­nga­mankan barang bukti beru­pa, 56 buah jeriken yang be­risikan BBM jenis Solar yang diangkut dengan meng­guna­kan mobil pikap Daihatsu Grandmax warna putih de­ngan Nomor Polisi BA 8934 SM,” ungkap AKBP Aries.

Dari hasil interogasi awal, ditegaskan AKBP Aries, kedua tersangka ini membeli BBM bersubsidi Solar di salah satu SPBU yang berada di Kabupaten Pasbar, kemudian akan dijual ke luar daerah Ka­buapten Pasbar dengan harga yang lebih tinggi.

“Kami masih lakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap modus mereka ini. Apakah ada kerja sama dengan pihak SPBU atau bagaiman akan kami usut. Mereka diduga sudah lama menjalankan aksi sep­erti ini,” ujar AKBP Aries.

Ditegaskan AKBP Aries, saat ini kedua tersangka dan barang bukti mobil pikap bersama BBM Solar yang diangkutnya sudah diamankan di Mapolres Pasbar. Hasil pemeriksaan, dipastikan kedua ter­sang­ka tidak berhak atau tidak memiliki izin untuk menjual Solar tersebut.

“Terhadap tersangka dije­rat Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 dengan anca­man hukuman penjara paling la­ma 6 tahun. Ancaman denda juga menanti paling tinggi 60 miliar,” pungkasnya. (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top